Breaking News:

Bujuk Istri Tersangka Narkoba Jadi Pemuas Nafsu, Briptu Juntak Resmi Ditahan di Patsus Polda Babel

Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi tingginya  kepada  Kapolda Babel atas tindakan dan respon yang cepat dalam ...

Ilustrasi Grafis/Tribun-Video.com
Ilustrasi oknum Polisi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ulah oknum anggota Polda Bangka Belitung ini membuat nama institusi Kepolisian semakin tercoreng.

Walaupun sudah ada ancaman tindakan tegas dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk anggota kepolisian yang mencoreng institusi Polri, ternyata tidak menakutkan bagi sejumlah oknum anggota Polri.

Buktinya, masih saja ada anggota Polri yang melakukan pelanggaran hukum atau perbuatan tercela dan memalukan.

Adapun oknum anggota Polda Bangka Belitung tersebut adalah Brigadir Satu (Briptu) IA alias Juntak.

Oknum polisi itu dilaporkan oleh AR alias J karena diduga telah melakukan pemerasan dan berbuat asusila terhadap istri pelapor yang berinisial DA saat proses penyidikan terhadap pelapor sedang berlangsung.

Juntak pun dilaporkan atas dugaan pelanggaran kode etik kepolisian, asusila dan tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam jabatan, dan kini resmi ditahan di tempat khusus (Patsus) di Polda Babel hingga 30 hari kedepan.

Briptu Juntak ditahan mulai dari 18 November 2022 hingga 18 Desember 2022.

Baca juga: INGAT! Pemprov Bangka Belitung Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Selama 22 Hari, Catat Ini Lokasinya

Baca juga: Sosok Kharisma Jati Terungkap Setelah Hina Iriana Jokowi, Ternyata Pernah Buat Komik ini

Baca juga: Terungkap Icha Ceeby Kebaya Merah Punya 31 Kepribadian, Ada Luna Hingga Clara

Kasubdit Paminal Polda Babel, AKBP Rudi Hadi mengakui penahanan Briptu Juntak yang telah dilakukan penahanan di Patsus Polda Babel.

"Betul yang bersangkutan di Patsus 30 hari," kata AKBP Rudi kepada Bangkapos.com, Sabtu (19/11/2022).

Anggota Polda Bangka Belitung, Brigadir Satu (Briptu) IA alias Juntak.
Anggota Polda Bangka Belitung, Brigadir Satu (Briptu) IA alias Juntak. (Istimewa)

Ia menerangkan, penahanan dilakukan, bukan berkaitan kasus pidana tetapi pemeriksaan pelanggaran kode etik.

"Penahanan yang bersangkutan, bukan penahanan pidana. Namun dalam rangka pemeriksaan oleh Subbid Wabprof yaitu terkait pelanggaran kode etik," terangnya.

Sementara, Budiyono selaku kuasa hukum pelapor, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih ke jajaran Polda Babel atas tindak cepat penanganan kasus klienya.

"Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi tingginya  kepada  Kapolda Babel atas tindakan dan respon yang cepat dalam mengambil tindakan tegas. Terutama terkait laporan pengaduan yang kami buat terhadap oknum aparat kepolisian yang telah merugikan klien kami dan telah membuat tindakan tercela," kata Budi.

Ia mengatakan, tindakan tercela itu telah berakibat buruk terutama untuk nama besar kepolisian, menjadi tercoreng, sehingga harus cepat ditangani dan selesaikan.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved