Tribunners
Episode Kurikulum Merdeka dalam Sistem Pendidikan di Indonesia
Keresahan lain dari mereka yang kontra terhadap Kurikulum Merdeka adalah pemberian otonomi sepenuhnya terhadap pengaturan jam belajar oleh guru
Keresahan lain dari mereka yang kontra terhadap Kurikulum Merdeka adalah pemberian otonomi sepenuhnya terhadap pengaturan jam belajar oleh guru. Hal ini menunjukkan bahwa pemenuhan jam pelajaran tidak lagi per pekan, tetapi dimodifikasi targetnya menjadi per tahun. Terobosan ini seperti dua mata pisau. Di satu sisi meringankan beban peserta didik dalam proses belajar di kelas, sedangkan sisi lainnya mengurangi habitus belajar peserta didik yang memungkinkan timbulnya sikap tak acuh dalam proses pembelajaran.
Implementasi Kurikulum Merdeka menghadapi berbagai tantangan terkait kesiapan kompetensi dan keterampilan pendidik sebagai pelaksana kebijakan, kesiapan infrastruktur serta sarana dan prasarana. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin pesat menuntut guru untuk responsif dan adaptif terhadap perubahan yang terjadi di dunia peserta didik ataupun di dunia pendidikan pada umumnya. Sekolah dan guru harus dinamis tanpa meninggalkan nilai keadaban.
Episode Kurikulum Merdeka diharapkan dapat memberikan kondisi dan pengalaman belajar yang lebih bermakna, berkemajuan, dan menyenangkan bagi peserta didik sesuai dengan keunikan dan potensi yang dimilikinya. Kurikulum ini diharapkan dapat menjadi perangkat dalam pemulihan mutu pendidikan di Indonesia, serta senjata baru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana salah satu tujuan awal negara Indonesia berdiri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221201_Annisa-Nur-Aziz-Guru-IPA-SMPN-4-Gantung.jpg)