Rabu, 6 Mei 2026

Suhada Raup Cuan dari Daun Kedebik Jadi Minyak Herbal Khas Bangka Belitung, Ini Manfaatnya

Kalau kita lihat di mana saja kedebik ini tumbuh, tidak perlu tempat khusus dia bisa tumbuh liar dimana saja. Tapi sayang tidak ada yang bisa ...

Tayang:
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Minyak herbal kedebik kaya manfaat diproduksi oleh Inti Art. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Daun kedebik atau familiar dikenal dengan daun kemunting, bagian sebagian masyarakat di Bangka Belitung ( Babel ), tentunya sudah tak asing lagi.

Kemunting atau karamunting (Rhodomyrtus tomentosa atau rose myrtle) adalah tumbuhan liar asli Asia yang tersebar hampir di seluruh Indonesia.

Di Bangka Belitung, tumbuhan yang memiliki buah berwarna ungu ini tumbuh liar.

Bahkan umumnya, kemunting dijadikan sebagai tanaman hias. Namun, lebih dari itu, bagian daun kemunting ini berpotensi menjadi obat herbal.

Kemunting lebih sering disebut dalam bahasa Bangka kedebik, daun yang kaya akan manfaat itulah yang diolah oleh menjadi minyak herbal.

Baca juga: Upaya Wali Kota Molen Memajukan UMKM di Pangkalpinang, ASN Diminta Ikuti Kebijakan Pemkot

Baca juga: Bharada E Geleng-geleng Kepala & Menatap Tajam dengar Pengakuan Ferdy Sambo: Hajar Chad, Kamu Hajar

Baca juga: Jadwal Perempat Final Hingga Final Piala Dunia 2022, Rekor Masing-masing Timnas

Saat ini, ditangan dingin Suhada (52), daun Kedebik menjadi produk olahan yang kaya akan manfaat.

Menurut Suhada, awalnya ia hanya berpikir bagaimana agar tumbuhan kedebik yang tumbuh liar di Bangka Belitung itu bisa termanfaatkan dengan baik, dan menghasilkan cuan ( keuntungan --).

Kemudian, ia dan sang istri terpikir untuk mengolahnya menjadi minyak herbal dari bahan alami yang tumbuh disekitar.

"Kalau kita lihat di mana saja kedebik ini tumbuh, tidak perlu tempat khusus dia bisa tumbuh liar dimana saja. Tapi sayang tidak ada yang bisa memanfaatkannya, dari situ kemauan kami berangkat, yang kita tau memang daun kedebik ini kaya manfaatnya," ungkap Suhada saat ditemui Bangkapos.com, Kamis (8/12/2022).

Bahkan secara alamiah kata Suhada, banyak ulat yang memakan daun kedebik ini sehingga diyakini memang ada kandungan-kandungan berkhasiat yang ada dalam daun kedebik.

Minyak herbal kedebik yang diolah Hada panggilan akrab Suhada, itu sempat dibawa hingga Eropa.

Dikemas dengan botol mini berukuran 30 Ml, ada yang semprotan dan Roll On.

Rumah produksi minyak herbal Hada ini diberi nama Inti Art.

"Kalau bicara manfaatnya banyak banget, mulai dari melegakan pernapasan, mencegah masuk angin, mengobati sakit kepala, meringankan batu dan pilek. Karena daun kedebik ini telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit sejak dulu," jelasnya.

Baca juga: Pria ini Rela Makan Nasi Lauk Garam, Sukses Kumpulkan Rp 2,8 M selama 19 Tahun Bekerja di Malaysia

Baca juga: Ferdy Sambo Berbohong? Pakar Ekspresi ini Soroti Intonasi Suara hingga Posisi Sambo Pegang Mic

Baca juga: Harga Hp Samsung A13 Desember 2022 Super Murah, Empat Kamera, Baterai Jumbo, Ram Lega, Chipset Gahar

Dibawa ke Eropa

Minyak herbal kedebik kaya manfaat diproduksi oleh Inti Art.
Minyak herbal kedebik kaya manfaat diproduksi oleh Inti Art. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved