Kisah Martinus Handoko Terpanggil Menjadi Pastor, Bermula dari Ikut Kunjungan
Mengamati secara langsung seorang Pastor menjalankan pelayanan membuatnya jatuh hati untuk menjadi imam Katolik
Penulis: Ardhina Trisila Sakti CC | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Meski menantang, namun ternyata perjumpaan dengan umat cukup menjadi penyemangat bagi Pastor Martinus Handoko.
“Ketika kunjungan, umat bercerita itu sudah menjadi penyemangat bagi saya. Ternyata situasi hidup mereka lebih berat, mereka masih mampu menghibur “Romo harus kuat ya, harus semangat ya” itu menjadi penyemangat untuk saya,” katanya.
Setelah dua tahun ditempatkan di Paroki Stella Maris Tarempa, kini Pastor Martinus Handoko kembali bertugas di Pangkalpinang menjadi staff pembimbing dan pengajar sosiologi dan ekstrakurikuler menulis di SMAK Seminari Mario Jhon Boen.
Bakal Pimpin Misa Natal di Letung
Dalam waktu dekat, Pastor Martinus Handoko akan berjumpa kembali dengan umat khususnya di wilayah Letung, Paroki Stella Maris Tarempa karena akan memimpin Misa Natal 2022.
Tema Natal yang diusung oleh Keuskupan Pangkalpinang tahun 2022 ini adalah “Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain” (Mat 2:12),
Menurut Pastor Martinus, pesan Natal ini disampaikan secara global. Umat Katolik tidak eksklusif tapi terbuka kepada yang lain artinya tidak membawa nama agamanya tetapi membawa nama persaudaraan.
“Ketika saya merenungkan pesan Natal tahun ini, saya menganggap ada poin penting yakni solidaritas artinya kita harus hidup bersama bukan hanya konteks satu agama tetapi hidup berbaur dengan agama dan suku bahkan yang berbeda sekalipun,” ujar Pastor Martinus Handoko.
(Bangkapos.com/Ardhina Trisila Sakti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20221223-Foto-Pastor-Martinus-Handoko.jpg)