Ramadhan 2023

Kapan Puasa Ramadhan 2023 Menurut NU dan Muhammadiyah, Ini 2 Metodenya

Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriah. Di bulan ini, seluruh umat islam di dunia akan menjalankan ibadah puasa.

Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Evan Saputra
bangkapos.com
Ilustrasi berdoa 

BANGKAPOS.COM - Bulan suci Ramadhan sudah didepan mata. Dalam hitungan beberapa minggu ke depan, umat islam di seluruh dunia akan memasuki bulan Ramadhan 1444 Hijriah.

Selain Kemenag, organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah turut menentukan awal puasa Ramadan 2023.

Dua organisasi massa (ormas) Islam terbesar di Indonesia ini kerap kali berbeda dalam menentukan awal Ramadhan.

Namun, di beberapa waktu kedua ormas tersebut kompak menjalankan ibadah puasa Ramadan dari awal hingga akhir dalam waktu yang sama.

Perbedaan penetapan awal Ramadan dapat ditinjau dari aspek metodenya. NU menggunakan metode rukyat (mengamati hilal secara langsung), sedangkan Muhammadiyah menggunakan metode hisab (perhitungan).

Metode rukyat

Melansir NU Online, penentuan awal bulan qamariyah dengan metode rukyat didasarkan atas pemahaman bahwa nash-nash tentang rukyat itu bersifat ta’abbudiy. 

Ada nash al-Quran yang dapat dipahami sebagai perintah rukyat, yaitu QS. Al-Baqarah ayat 185 tentang perintah berpuasa Ramadan dan QS. Al-Baqarah ayat 189 tentang penciptaan ahillah. 

Selain itu, ada setidaknya 23 hadist yang menjadi dasar tentang rukyat, yaitu hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Imam Malik, Ahmad bin Hambal, ad-Darimi, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Ad-Daruquthni, Al-Baihaqi, dan lain-lain.

Dalil penggunaan metode ini dalam penetapan 1 Ramadhan atau kapan hari pertama Puasa Ramdhan berdasarkan Dalil berikut:

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Artinya:

”Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut.” (QS. Al Baqarah: 185)

Ada pula keterangan dari Hadist Rasulullah SAW yang berbunyi:

الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ لَيْلَةً ، فَلاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلاَثِينَ

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved