Senin, 1 Juni 2026

Ramadhan 2023

Apakah Puasa Ramadhan Harus 30 Hari? Begini Perhitungannya

Pada umumnya, Ramadhan berlangsung selama 29 hari, dan digenapkan menjadi 30 hari bila hilal belum terlihat hingga petang hari ke-29 Ramadhan.

Tayang:
Penulis: Widodo | Editor: Teddy Malaka
Freefik.com
Ilustrasi Ramadhan 1444 H. Apakah puasa Ramadhan harus 30 hari? 

BANGKAPOS.COM -- Pemerintah RI telah menetapkan hari libur nasional untuk Hari Raya Idul Fitri 1444 H pada 22-23 April 2023.

Kementerian Agama RI juga telah menerbitkan kalender Islam Hijriah tahun 2023.

Mengacu dua keputusan itulah, maka awal Ramadhan 1444 H diperkirakan jatuh pada tanggal 22 Maret 2023, dengan asumsi puasa Ramadhan genap selama 30 hari.

Namun, kepastian kapan awal Ramadhan 1444 H akan diputuskan pemerintah melalui Kementerian Agama RI saat sidang isbat.

Lalu pertanyaan adalah, apakah puasa Ramadhan harus 30 hari dan bagaimana cara perhitungannya?

Pada umumnya, Ramadhan berlangsung selama 29 hari, dan digenapkan menjadi 30 hari bila hilal belum terlihat hingga petang hari ke-29 Ramadhan.

Rujukan soal 29 hari dan penggenapan menjadi 30 hari bila hilal tak tampak adalah sejumlah hadist sahih.

Salah satu hadist ini diriwayatkan Bukhari dan Muslim, berbunyi, "Jika kalian melihat hilal (Ramadhan) maka berpuasalah.

Dan jika kalian melihat hilal (Syawal) maka berhentilah puasa. Dan jika mendung genapkanlah 30 hari.”

Dalam hadist riwayat Ibnu Umar, sedikit berbeda, yaitu, "Berpuasalah kalian kalau kalian melihat hilal (bulan) dan jika mendung maka perkirakanlah.”

Melansir Kompas.com, Bukhari dalam hadist melalui sanad Abu Hurairah, memberikan redaksional yang sedikit berbeda juga, yaitu, "Berpuasalah kalian ketika kalian melihat hilal dan berhentilah berpuasa ketika kalian melihat hilal. Dan jika mendung, maka berpuasalah selama 30 hari.”

Dengan sejumlah rujukan di atas, Ramadhan berlangsung selama 29 hari dan dimungkinkan menjadi 30 hari bila semua cara untuk memastikan penampakan hilal tidak mendapatkan kepastian hasil.

Dalam sejarah, Nabi Muhammad saw tercatat lebih sering berpuasa Ramadhan selama 29 hari dibanding 30 hari.

Catatan soal ini antara lain termaktub dalam pernyataan sahabat Ibnu Mas'ud, yaitu,

"Kami lebih banyak atau lebih sering berpuasa bersama Nabi saw (selama) 29 hari dibanding 30 hari."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved