Selasa, 14 April 2026

Tribunners

Masa Depan Terumbu Karang Pulau Bangka

Untuk merehabilitasi terumbu karang memang tidak mudah. Salah pilih lokasi, spesies, dan metode transplant sangat memengaruhi tingkat hidup

Editor: suhendri
Vivin Silvaliandra Sihombing
Terumbu karang 

Sederhananya, peningkatan suhu dan keasaman air laut membuat zooxanthellae (alga yang bersimbiosis dengan polip) "berhenti memproduksi warna" untuk menghemat energi supaya terumbu karang dapat bertahan hidup lebih lama. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu yang lama, alga simbion ini berhenti sama sekali untuk berfotosintesis. Hal ini menyebabkan simbiosis mutualisme antara zooxanthellae dan polip karang menjadi terhenti. Polip karang berhenti mendapat asupan energi dari zooxanthellae, yang berakibat alga simbion ini melepaskan diri dari inang karang secara temporer. Perubahan susunan komponen inilah yang menyebabkan karang benar-benar berhenti tumbuh bahkan ditutupi makro alga lain dan kemudian mati.

Selain karena perubahan iklim yang membuat suhu air laut menjadi naik dan pH air laut berubah, faktor campur tangan manusia juga sangat berpengaruh terhadap kerusakan karang. Beberapa rangkuman kerusakan karang akibat faktor antropogenik antara lain karena penggunaan cantrang (trawl) yang pemberatnya jelas menghancurkan karang, penggunaan racun ikan, kegiatan wisata yang tidak ramah lingkungan, penebangan mangrove, penggunaan pupuk dan penambangan.

Transplantasi Karang, Solusi Rehabilitasi Karang

Proses perbaikan secara alami pada terumbu karang yang kondisinya sudah rusak relatif lebih lama dan membutuhkan kondisi lingkungan yang betul-betul tidak terganggu oleh aktivitas manusia. Salah satu upaya yang efektif untuk menanggulangi masalah kerusakan ekosistem karang dan merehabilitasi terumbu karang yang rusak adalah transplantasi karang.

Transplantasi karang merupakan cara rehabilitasi terumbu karang melalui pencangkokan karang hidup yang selanjutnya ditanam di tempat lain untuk membentuk habitat baru. Kegiatan transplantasi karang telah dilakukan oleh tim peneliti Konservasi Keanekaragaman Hayati di Pulau Kelapan, Bangka Selatan, dengan metode jaring rangka dan peletakan media transplant di Pulau Kelapan. Tujuannya adalah untuk program percontohan dalam merehabilitasi pulau-pulau yang kondisi terumbu karangnya sudah rusak.

Hasil penelitian menginformasikan jenis karang yang paling cocok ditransplantasi pada kondisi perairan dengan tingkat sedimentasi tinggi adalah Acropora formosa karena memiliki tingkat ketahanan hidup, memiliki kecepatan pertumbuhan tinggi serta memiliki kemampuan beradaptasi dan bersifat fototaksis di mana apabila polip karang tertutup sedimen, maka akan mencari cahaya dengan cara memanjangkan cabang.

Dimensi rata-rata diameter dan tinggi karang hasil transplantasi di Pulau Kelapan pada tiga bulan pertama secara berturut-turut sebesar ±0,2 cm dan ±1,5 cm. Pada enam bulan berikutnya diketahui diameter dan tinggi karang bertambah menjadi ±0,3 cm dan ±1,8 cm.

Tingkat ketahanan hidup fragmen karang transplantasi sangat ditentukan oleh ukuran fragmen yang dipatahkan dari induknya, penempelan fragmen pada karang, sedimen dan turbiditas, serta gangguan dari spesies pemakan karang. Transplantasi karang dikatakan berhasil jika penempelan karang cepat membentuk rangka kapur baru.

Setelah fragmen melekat kuat pada substrat, maka energi yang awalnya digunakan untuk membentuk kerangka kapur baru (regenerasi) dialihkan untuk pertumbuhan dan memperbesar ukuran diameter sehingga karang mencapai ukuran idealnya.

Tingkat ketahanan hidup karang yang ditransplantasi dapat tinggi walaupun tidak dilekatkan pada substrat jika dilakukan di daerah terlindung terutama dari arus dan gelombang. Untuk daerah perairan dengan kecepatan arus dan gelombang yang tinggi disarankan untuk menggunakan metode meja transplant supaya karang hasil transplant tidak rusak akibat terbawa gelombang. (*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved