Tribunners
Paradigma Gotong Royong dalam Mengatasi Bencana
Wujud kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat dapat berupa membangun wadah donasi masyarakat seperti dalam bentuk spot-spot donasi
Oleh: Fitriansyah, S.P. - Analis Kebijakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
SUASANA di dunia akhir-akhir ini sepertinya sedang bersungkawa. Banyak musibah dan bencana yang melanda, mulai dari pandemi Covid-19 yang masih belum kelar di beberapa negara, terjadinya bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi yang bertubi-tubi seakan-akan janjian terjadi seperti di daerah Cianjur Jawa Barat, Papua, dan banyak daerah lainnya di Indonesia. Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terhitung sejak 1 Januari sampai 29 Desember 2022 terjadi 10.792 gempa bumi di wilayah Indonesia, 807 gempa dirasakan dan sebanyak 22 gempa yang merusak.
Gempa bumi terbaru yang dasyat di Turki baru-baru ini, diperkirakan menelan lebih dari 20 ribu korban jiwa. Bencana kekeringan yang melanda banyak negara, dan bencana kelaparan yang menimpa negara-negara Afrika yang selalu terdengar di media massa. Belum lagi bencana akibat peperangan antarnegara baik melalui kekuatan senjata maupun melalui pertarungan kekuatan secara ekonomi yang menyebabkan kehidupan umat manusia makin sulit. Menurut pakar ekonomi dunia, diprediksi tsunami resesi ekonomi dunia akan terjadi, siap menerpa banyak negara pada 2023 atau 2024.
Peristiwa-peristiwa tersebut, terjadi ataupun tidak, kita harus selalu optimistis dan siap mengantisipasi segala sesuatu yang mungkin dapat terjadi di masa yang akan datang. Sebagai individu dan masyarakat dunia, pada saat ini apa tindakan yang bisa kita lakukan, semangat apa yang dibutuhkan ketika bencana terjadi?
Spirit gotong royong, saling peduli kepada sesama sangat dibutuhkan di tengah bencana yang terjadi. Semangat yang bermuara dari nilai-nilai luhur agama, kepercayaan, dan budaya yang dianut bangsa Indonesia.
Di dalam agama Islam, "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan (sebagian harta) yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya". (QS. Ali Imran: 92). Ajaran Kristen menyebutkan "Dia senang dengan orang yang suka menolong. Bagi Allah, orang yang bermurah hati seolah-olah memberikan pinjaman kepada-Nya". (Amsal 19:17). Agama Buddha sering menyebut istilah "dana", sebagai pemberian dengan tulus, ikhlas atau melepaskan apa yang telah kita miliki, baik itu berupa uang atau barang "materi", tenaga, rasa aman, tidak membuat makhluk lain menderita, memaafkan dan ajaran atau nasihat yang baik "nonmateri" (nibbana.id, 15 Juni 2021). Di dalam ajaran Hindu bahwa "memberikan sedekah yang tepat dan diberikan kepada orang yang tepat sudah pasti akan mendatangkan pahala yang besar" (Sloka 184).
Budaya kerja sama dan gotong royong sinoman di Jawa, nganggung di Bangka, ngarah di Bali, dan banyak lagi istilah yang berhubungan dengan kerja sama dan gotong royong di dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hakikatnya dalam agama dan budaya Indonesia telah banyak mengajarkan untuk saling peduli dan memberi kepada sesama sebagai perbuatan yang mulia (terpuji) di hadapan Tuhan YME, sesuai pepatah "tangan di atas (memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (menerima)", begitu ringan kedengarannya, namun implementasinya perlu terus diperjuangkan, banyak yang belum sanggup untuk mengamalkannya, walaupun "memberi" merupakan perbuatan mulia.
Bahwasanya pemerintah jika bertindak sendirian tanpa bantuan dari masyarakat luas kemungkinan besar tidak akan mampu mengatasi setiap bencana yang terjadi di negeri ini. Kita bisa berkaca pada saat terjadi wabah Coronavirus Disease (Covid-19), belanja yang begitu besar telah dikeluarkan pemerintah lebih dari Rp1.000 triliun selama kurun waktu 2020 sampai dengan akhir tahun 2022, untuk keperluan penanganan Covid-19, untuk melaksanakan kesepakatan kontrak dengan beberapa negara produsen vaksin Covid-19 dalam pengadaan sekitar 270 juta dosis vaksin Covid-19, dan juga untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) dalam upaya mengantisipasi dampak ekonomi yang terjadi akibat pandemi COVID-19 di seluruh Indonesia.
Berdasarkan data dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), terdapat 24 juta tenaga kerja yang kehilangan jam kerja akibat Covid-19 (kontan.co.id, 10 Juni 2021). Menurut Badan Pusat Statistik bahwa terdapat sekitar 2,56 juta pekerja yang di-PHK selama tahun 2020 (bisnis tempo.co, 15 Februari 2021). Keuangan negara kita terkuras dan sempat mengalami defisit untuk melewati bencana dan musibah tersebut, yang tentunya memerlukan dana yang tidak sedikit di antaranya untuk me- recovery ekonomi Indonesia agar sehat dan berjalan normal kembali.
Sebagai warga negara yang memiliki perhatian, kita tentu prihatin melihat kondisi yang terjadi, kita tidak boleh hanya bergantung kepada pemerintah saja. Seluruh lapisan masyarakat wajib berbuat sesuatu yang berguna bagi bangsa ini, dengan berpartisipasi sekecil apa pun sesuai perannya masing-masing. Aktif secara sukarela dalam penanggulangan bencana, dengan memberikan bantuan morel dan materiel.
Meminimalisasi dampak bencana
Ketika bencana terjadi, pemerintah sebagai pemegang kendali penanganan bencana yang melindungi masyarakat secara langsung, selain itu pemerintah juga dapat berperan memotivasi masyarakat agar turut serta berjuang dalam mengatasi bencana yang terjadi. Menumbuhkan sense of crisis masyarakat. Mengarahkan masyarakat untuk meningkatkan social donation (donasi sosial), saling membantu sehingga dampak bencana/pandemi dapat diatasi dan diminimalisasi dengan cepat dan tepat, sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana, sebagai pedoman dasar bagi masyarakat untuk saling membantu sesama dalam mengatasi bencana, melalui semangat dan kegiatan gotong royong yang merupakan kepribadian dan budaya bangsa.
Salah satu indikator terjadinya semangat gotong royong dalam mengatasi bencana (musibah) melalui maraknya kegiatan donasi atau gemar menyumbangkan sesuatu, besar maupun kecil tidak ada batas jumlah sesuai kemampuan, bukan nilainya yang dilihat, tetapi keikhlasan dan ketulusannya yang terpenting. Jika hanya mampu memberikan sepotong roti pun boleh, tidak perlu malu untuk melakukannya, tidak ada yang kecil di mata Tuhan yang Maha Esa, karena semua hal tersebut sangat berarti. Sebagaimana datang dari sebuah kisah yang populer bahwa "seorang pelacur yang mendapatkan ampunan Tuhan yang Maha Esa yang dimasukkan ke dalam surga karena memberi minum seekor anjing yang kehausan". Bayangkan betapa besar pahala di sisi Tuhan yang Maha Esa ketika memberi minum seekor binatang yang kehausan, apalagi memberikan makanan dan minuman kepada seorang anak manusia yang terkena musibah atau bencana.
Masyarakat yang memiliki kesediaan dapat memberikan sumbangan dan bantuan berupa materi dan nonmateri apa pun bentuknya tidak ada kecuali, besar atau kecil sesuai dengan kemampuan dan keikhlasan masing-masing, sebagai sikap saling peduli kepada sesama umat manusia tanpa membedakan agama, suku, jenis kelamin, warna kulit, dan sebagainya. Bantuan atau sumbangan ini dicatat secara baik dan transparan, kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan, dengan tujuan supaya tidak ada lagi masyarakat yang tidak mampu membeli/memenuhi kebutuhan pokok sebagai akibat wabah yang merebak terjadi.
Hal tersebut menegaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat terlibat, bertanggung jawab dan berkontribusi aktif di dalam perang melawan wabah atau bencana yang terjadi beserta dampak negatif yang ditimbulkannya. Oleh karena itu, butuh dorongan dan motivasi dari semua pihak khususnya pemerintah dan tokoh masyarakat, yang pada hakikatnya tokoh masyarakat merupakan orang yang mempunyai peranan yang besar dalam suatu kelompok masyarakat dan memiliki kekuasaan atau kemampuan memengaruhi orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dirinya (Miriam Budiarjo, 1972:10).
Membangun wadah donasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230205_Fitriansyah-Analis-Kebijakan-Provinsi-Kepulauan-Bangka-Belitung.jpg)