Tribunners
Paradigma Gotong Royong dalam Mengatasi Bencana
Wujud kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat dapat berupa membangun wadah donasi masyarakat seperti dalam bentuk spot-spot donasi
Wujud kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat dapat berupa membangun wadah donasi masyarakat seperti dalam bentuk spot-spot donasi, bisa juga dalam wujud bank pangan (makanan) yang dibangun di setiap desa/kelurahan, dengan tujuan memfasilitasi masyarakat yang mampu secara ekonomi agar bisa berdonasi atau menyalurkan bantuan kepada sesama. Spot-spot donasi dan bank pangan yang dibentuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk menjangkau dan menyalurkan bantuan (donasi) sehingga masyarakat terdampak ekonomi akibat peristiwa bencana atau wabah bisa tertolong, bisa memiliki makanan atau ada uang untuk membeli kebutuhan primer sehari-hari dan tidak merasa ditinggal menderita sendirian.
Jadi implementasi bantuan/sumbangan itu bermacam-macam bisa berupa uang, barang, tenaga, waktu, dalam bentuk pertolongan, dan lain sebagainya. Selain itu juga bahkan sumbangan dalam bentuk pemikiran yang membangun juga diperlukan saat ini, agar kita selalu bisa berakal sehat di tengah badai bencana/wabah yang terjadi. Tindakan menebar kebaikan sekecil apa pun, di mana pun berada sesungguhnya merupakan gambaran wujud cinta tanah air dan bangsa.
Selain itu, dukungan lain yang tidak kalah penting terkait ketersediaan komunitas sukarelawan yang terus didukung keberadaannya, dan juga adanya database penerima bantuan yang update dan valid sehingga penyaluran bantuan tepat sasaran untuk menghindari fitnah yang mungkin terjadi, bahwa anggapan ada bantuan yang dikorupsi oleh petugas. Oleh karena itu, demi menjaga kepercayaan masyarakat, dibutuhkan sebuah wadah donasi yang terkoordinasi secara profesional dan dapat dipercaya (kredibel).
Melalui tulisan ini, penulis ingin sedikit menceritakan bahwa perlu menumbuhkan paradigma masyarakat luas bahwa menjadi penolong bagi orang lain yang membutuhkan merupakan sebuah kepuasan batin. Membantu sesama adalah amal jariah yang merupakan kebutuhan jiwa dan raga kita. Sikap ini perlu disematkan dalam sanubari setiap insan.
Dengan paradigma seperti ini masyarakat akan selalu rela, senang, dan ikhlas berpartisipasi menjadi pemberi (penderma), menjadi donatur terdepan menyumbangkan harta benda, tenaga dan pikiran yang dimiliki untuk membantu sesama, sesuai dengan nilai kepribadian bangsa Indonesia sebagaimana tergambar dalam pepatah lama ''berat sama dipikul ringan sama dijinjing". Dengan saling peduli sesama dan bergotong royong tidak ada pekerjaan, masalah, musibah atau bencana yang rumit dan sulit. Semuanya menjadi ringan dan dapat diselesaikan. "wallahu'alam bish-shawab". (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230205_Fitriansyah-Analis-Kebijakan-Provinsi-Kepulauan-Bangka-Belitung.jpg)