Tribunners
Pengembangan Pariwisata di Bangka dengan Blue Ocean Strategy
Menciptakan pasar baru dan mendukung pengembangan blue ocean strategy memang bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kerja keras, data yang tajam
Oleh: Rika Febriani, S.Psi. - Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Bangka Belitung
SAAT ini persaingan usaha makin ketat sehingga pelaku bisnis harus dapat mencari ide-ide dan strategi pemasaran yang inovatif dan kreatif. Dengan adanya strategi yang kreatif, maka peluang bisnis kreatif akan terbuka. Sebagai pelaku bisnis, perlu menerapkan inovasi yang tidak terpikirkan oleh pesaing bisnis meskipun inovasi yang diciptakan di luar dari zona nyaman. Salah satu strategi yang dilakukan pebisnis yaitu blue ocean strategy.
Blue ocean strategy diterapkan oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne untuk pertama kalinya. Dalam penjelasan secara sederhana, blue ocean strategy adalah semacam strategi bisnis yang mencari konsumen dengan segmen tertentu untuk menghindari persaingan kompetitor. Untuk memahami lebih jauh tentang blue ocean, kita perlu tahu juga konsep dari strategi blue ocean.
Mengutip buku Revolusi Organisasi dengan Memberdayakan Kecerdasan Spiritual oleh M Suyanto, 2009 strategi blue ocean menganggap bahwa persaingan adalah dengan menciptakan ruang pasar yang tidak ada lawannya. Karena pasar yang begitu luas dan hampir tidak terbatas itulah, makanya strategi ini disebut blue ocean atau samudra biru.
Empat hal yang dapat dilakukan dalam menghadapi persaingan:
1. Eliminate (menghapus): Faktor-faktor yang harus dihapuskan dari faktor-faktor yang diterima begitu saja oleh sektor pariwisata.
2. Reduce (mengurangi): Faktor-faktor apa saja yang harus dikurangi hingga di bawah standar sektor pariwisata.
3. Raise (meningkatkan): Faktor-faktor yang harus ditingkatkan hingga di atas standar untuk mengembangkan sektor pariwisata
4. Create (menciptakan): Faktor-faktor yang belum pernah ditawarkan sektor pariwisata sehingga harus diciptakan.
Pelaku bisnis hotel, travel, restoran, galeri, pusat oleh-oleh dalam melakukan peningkatan utilitas, strategi harga, analisis biaya, sasaran pembeli. Peran penting dalam industri pariwisata juga dinas budaya dan pariwisata yang dapat memberikan dorongan positif kepada pelaku bisnis sehingga dapat fokus dalam mengembangkan strategi pemasaran, misalnya membuat moto yang menarik sehingga informasi yang diinginkan wisatawan dapat tersampaikan dengan sempurna. Adakalanya yang ada dalam media sosial misalnya iklan tidak sepenuh sama dengan kondisi riil di lapangan sehingga terkadang wisatawan merasa tertipu dengan iklan atau foto di halaman media sosial.
Namun, kelebihan dari menggunakan blue ocean strategy, seperti:
* Konsep blue ocean strategy memungkinkan transformasi mendasar dalam pola pikir untuk mengembangkan cakrawala mental dan membantu dalam mengenali peluang.
* Blue ocean strategy bekerja sama dengan organisasi daerah wisata untuk menemukan pasar yang tidak tersaingi dan menghindari pasar yang kompetitif.
* Terciptanya produk baru dalam konsep blue ocean strategy tidak akan membuat wisatawan/konsumen memilih antara nilai dan keterjangkauan, karena tujuan diferensiasi dan teorema biaya yang rendah secara simultan sehingga banyak wisatawan yang tertarik untuk datang ke suatu destinasi wisata.
* Inovasi dalam penerapan blue ocean strategy merupakan aliansi dari harga, utilitas, dan biaya yang akhirnya menciptakan nilai/permintaan baru bagi wisatawan/konsumen sehingga memperluas potensi pertumbuhan suatu destinasi wisata.
Kekurangan blue ocean strategy
Namun, selain kelebihan, ada pula kekurangan dari dari strategi ini, antara lain:
* Membutuhkan biaya yang besar untuk dapat mengembangkan suatu destinasi wisata.
* Cukup sulit untuk menemukan ide-ide futuristik dan mengidentifikasi pasar, yang daerah-daerah pariwisata yang potensial namun belum tersentuh.
* Menominasikan blue ocean strategy yang terartikulasi adalah hasil dari proses penelitian yang diperhitungkan dan terperinci yang didukung oleh analisis ekstensif dalam pengembangan pariwisata.
* Produksi pengembangan pariwisata dengan blue ocean strategy tidak pernah mudah karena organisasi harus cerdas dan jelas mengenai basis pelanggannya dan cara untuk memberikan pendidikan tentang ide-ide baru, produk baru, dan solusi baru. Ini juga membutuhkan kejelasan tentang trade-off, hambatan dan tenaga kerja.
* Menjelajah ke pasar pada fase awal disertai dengan beban risiko. Ada kemungkinan besar bahwa pelanggan mungkin tidak memahami produk dan layanan akar rumput karena tidak adanya teknologi yang dikembangkan sepenuhnya.
* Memilih strategi blue ocean membutuhkan banyak kesabaran, ketekunan, kepercayaan, persiapan, dan keyakinan. Juga sangat penting untuk melihat indikator awal dalam proses pengembangan pariwisata dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini.
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kelemahan dari strategi blue ocean, adalah:
* Mapping semua jenis usaha, perhatian usaha yang rendah profitabilitasnya.
* Hitung apakah usaha yang rendah profitabilitas beroperasi di atas BEP.
* Jika usaha beroperasi sama dengan BEP, apa alasan kuat agar usaha tersebut tidak ditutup.
* Tentukan shut down point agar usaha memiliki batas toleransi utk terus beroperasi.
* Selanjut mempelajari usaha baru.
Kesimpulan
Menciptakan pasar baru dan mendukung pengembangan blue ocean strategy memang bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kerja keras, data yang tajam dan mungkin modal yang cukup besar. Namun, hal ini akan sebanding jika strategi ini berhasil, dikarenakan akan ada potensi bahwa layanan atau produk atau bisnis menciptakan kebutuhan baru yang memiliki nilai keuntungan yang tinggi. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.