Sabtu, 2 Mei 2026

Waspada Dampak Terburuk Sifilis, Pasien Bisa Kena Stroke, Lumpuh dan Gagal Jantung

Sifilis merupakan PMS yang tidak memberikan tanda adanya rasa sakit. Namun penyakit ini bisa berdampak mengakibat stroke, lumpuh, hingga gagal jantung

Tayang:
Penulis: Sepri Sumartono | Editor: M Ismunadi
Istimewa
Dokter spesialis kulit dan kelamin, Indah Kencana. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Satu di antara penyakit menular seksual (PMS) yang berbahaya bagi manusia ialah Sifilis.

Sifilis merupakan PMS yang tidak memberikan tanda adanya rasa sakit atau secara jelas mengeluarkan nanah dari kemaluan seperti halnya penyakit Gonore.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, Indah Kencana menjelaskannya, Sifilis disebabkan oleh bakteri yang ditularkan melalui infeksi menular seksual (IMS).

"Terutama melalui cairan sperma, darah, kemudian dari luka," kata dr Indah Kencana, Minggu (28/5/2023).

Orang yang paling banyak tertular Sifilis ini yang terbiasa berperilaku seks bebas namun jarang bagi orang yang setia pada satu pasangan.

Sifilis memiliki beberapa stadium, mulai dari primer, sekunder, laten dan tersier.

Pada sifilis fase primer, ada gejala berupa luka di bagian kelamin, baik pada laki-laki maupun perempuan.

"Biasanya, tidak ada keluhan itu, tidak ada gatal, tidak ada sakit atau nyeri, dua-duanya, baik laki-laki atau perempuan," katanya.

Tidak sama seperti infeksi bakteri biasa, ketika ada luka atau sariawan maka terasa nyeri tapi berbeda dengan Sifilis sehingga tidak sadar.

Baca juga: Curhat Petugas Kesehatan Tangani Pasien Sifilis, Darmi Tetap Takut Walau Sadar Tidak Mudah Tertular

Sifilis fase sekunder memiliki tanda munculnya ruam merah kulit di telapak tangan sama telapak kaki, tanpa adanya rasa gatal seperti keluhan kulit ekstrim.

"Jadi sekitar seminggu atau dua minggu, sama tuh, nanti hilang sendiri, sembuh sendirian, mengelupas," jelasnya.

Kemudian, Sifilis fase laten ini tidak ada tanda-tanda sama sekali dan biasanya pasien datang bawa hasil pemeriksaan yang sudah reaktif bakteri Sifilis.

"Biasanya pasien tidak sadar, kalau tidak sadar dan hasilnya reaktif atau positif, biasanya sudah masuk ke stadium laten, sudah menahun," ujarnya.

Lalu, setelah fase laten munculnya fase tersier dengan tanda-tanda munculnya gumma atau benjolan kecil yang bisa tumbuh di kulit.

Baca juga: Penderita Sifilis di Belitung Timur Tertinggi se-Babel, Penyebabnya Karena Seks Bebas

Fase tersier ini dapat menginfeksi otak, namanya neurosifilis, dan juga mampu menginfeksi ke jantung yang kemudian berdampak menyebabkan stroke, lumpuh dan gagal jantung.

Dari infeksi bakteri ke Sifilis primer kira-kira 90 hari, dari Sifilis primer ke sekunder kira-kira 12 Minggu atau tiga bulan, dari Sifilis sekunder ke laten sekitar satu tahun dan dari Sifilis laten ke tersier juga sekitar satu tahun.

"Infeksi sifilis dan gonore tidak harus terjadi pada pasien yang terinfeksi salah satunya dulu, jadi bisa saja hanya terinfeksi sifilis atau gonore saja," jelasnya.

Dokter Indah Kencana menyarankan, bagi orang berisiko terkena infeksi menular seksual seperti sering gonta-ganti pasangan dan cenderung tidak menggunakan kondom saat berhubungan sebaiknya melakukan pemeriksaan darah VDRL/TPHA.

(Bangkapos.com/Sepri Sumartono)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved