Senin, 4 Mei 2026

Bangka Pos Hari Ini

Gas Melon Langka dan Mahal, Warg Belitung Timur Beralih ke Kayu Bakar

Siang itu, asap tampak mengepul dari rumah milik Bunga (42) warga Kecamatan Manggar, Belitung Timur (Beltim).

Tayang:
Editor: nurhayati
dok/PT Pertamina
Tabung gas Elpiji 3 kilogram. 

Burhanudin menegaskan setiap pangkalan sudah diberikan jatah atau kuota.

Di mana kuotanya sudah disesuaikan dengan jumlah penerima yang terdata berdasarkan kepemilikan kartu kontrol LPG yang dikeluarkan pemerintah.

“Karena itu saya imbau ke masyarakat laporkan oknum penyelundup yang memanipulasi ataupun penyalahgunaan gas melon. Masyarakat bisa laporkan disertai dengan bukti-bukti. Identitas pelapor kami jamin aman,” tegasnya.

Untuk nomor pengaduan penyalahgunaan, penyelundupan, ataupun manipulasi gas melon oleh oknum tidak bertanggungjawab, masyarakat bisa langsung melapor ke nomor: 087864270208.

Lanjut Burhanudin, pi-hak Pertamina sudah menambah stok elpiji 3 kg sebanyak dua kali lipat, sehingga seharusnya tidak ada lagi kelangkaan.

“Pemerintah lewat Kabag Ekbang akan terus dipantau terkait masalah gas ini. jadi masyarakat Beltim harap tenang dan sabar, semoga bisa cepat terselesaikan. Karena masalah gas ini juga bukan hanya terjadi di Beltim, tapi seluruh Indonesia,” ujarnya.

Stok aman

Sementara Pertamina memastikan stok elpiji 3 kg di Belitung Timur aman. Ini karena sudah ditambah kuota dua kali lipat mulai 27 Juli 2023 kemarin.

Sales Area Manager Pertamina Bangka Belitung, Adeka Sangtraga Hitapriya menyatakan penambahan ini akan dilakukan bertahap.

Dia beralasan mereka membutuhkan waktu untuk penambahan tersebut disebar ke seluruh pangkalan.

“Namun kami pastikan bahwa kontinuitas penyaluran akan dipantau ketat. Kami ajak masyarakat juga agar ikut mengawasi pangkalan, jika ada hal mencurigakan silakan lapor ke 135 dan akan kami cek,” kata Adeka saat mendampingi Bupati Beltim Burhanudin sidak di salah satu pangkalan di Manggar, Jumat (28/7/2023).

Pernyataan itu juga menjadi jawaban atas aduan sejumlah pangkalan yang menyebut penambahan kuota elpiji 3 kg belum terjadi di pangkalan hingga kini. Di mana sebelumnya datang 100 tabung menjadi hanya 50 tabung saja.

Adeka menegaskan akan menjalankan fungsi pembinaan semaksimal mungkin untuk memastikan distribusi gas melon ke masyarakat tepat sasaran.

“Semoga segera bisa dilakukan percepatan normalisasinya. Kami imbau ke masyarakat juga agar tidak panic buying dan tidak perlu memborong atau ketakutan habis,” harapnya.

Lanjut Adeka, Pertamina akan bekerja sama dengan pangkalan supaya menjual gas non subsidi agar masyarakat ada pilihan jika gas elpiji tidak tersedia.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved