Jumat, 17 April 2026

Berita Belitung

Konflik Warga Membalong dan PT Foresta, Senator Darmansyah Diminta Pimpin Advokasi DPD RI

Selama sekitar 28 tahun beroperasi, perusahaan diklaim melalaikan kewajiban dalam menyalurkan corporate social responsibility

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: khamelia
Kolase/Screenshot (IST/Martoni)
Polemik lahan tak selesai, masyarakat Kecamatan Membalong marah lalu menggelar aksi menebang pohon sawit untuk menghalani jalan masuk ke kantor PT Foresta, dan membakar aset milik perusahaan tersebut. Kamis (17/8/2023). 

18 Agustus 2023

Perwakilan warga Kecamatan Membalong bertemu dengan Wakapolda Bangka Belitung Brigjen Pol Sugeng Suprijanto di Rumah Dinas Bupati Belitung. Pada pertemuan ini warga diminta tak melakukan aksi dan menempuh jalur hukum dalam menyikapi konflik tersebut. 

24 Agustus 2023

Dini hari, sejumlah warga Kecamatan Membalong yang terlibat aksi anarkisme di Kantor Tanjung Rusa Estate (TRSE) PT Foresta ditangkap pihak kepolisian. Lantas 11 warga ditetapkan sebagai tersangka perusakan dan pembakaran aset, lalu diamankan di Polres Belitung. 

25 Agustus 2023

11 tersangka perusakan dan pembakaran aset PT Foresta Lestari Dwikarya dipindahkan dari Mapolres Belitung ke Mapolda Bangka Belitung di Pangkalpinang.

Malamnya, penasihat hukum 11 tersangka, Wandi menyatakan telah mengajukan penangguhan penahanan.

28 Agustus 2023

Mencuat gerakan solidaritas bernama Forum Keadilan Rakyat Belitung (FKRB). Forum ini beranggotakan sejumlah tokoh masyarakat Belitung seperti Suryadi Saman dan Abdul Hadi Adjin, pemangku adat Dusun Aik Gede Marza, serta koordinator dari desa-desa yang berkonflik dengan PT Foresta. 

30 Agustus 2023

10 saksi perusakan dan pembakaran aset PT Foresta memenuhi panggilan Polres Belitung. 

1 September 2023

Pemkab Belitung menggelar audiensi yang menghadirkan perwakilan PT Foresta Lestari Dwikarya, kepala desa di wilayah terdampak perkebunan perusahaan sawit tersebut, dinas terkait, camat, dan forkopimda. 

PT Foresta menolak mengabulkan tuntutan 20 persen dari HGU. Perusahaan lalu memberikan opsi kemitraan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Di antaranya mengusulkan pembiakan ayam petelur, budidaya tanaman cabai, dan budidaya ikan lele.

Serta penyediaan transportasi buah atau TBS, baik untuk kebun inti maupun kebun plasma dengan menyediakan investasi pembelian kendaraan. Juga pembiakan kambing serta perkebunan lada. 

Sumber: Pos Belitung
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved