Kamis, 21 Mei 2026

Dilema Anak Korban Perceraian

Pengadilan Agama sebagai lembaga peradilan yang mempunyai kewenangan dalam mengadili perkara keluarga menjadi muara terakhir bagi persoalan suami...

Tayang:
Istimewa
Muhammad Muslim, - Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam IAIN SAS Babel 

Banyak yang berdalih perebutan hak asuh anak adalah melindungi anak dari pengaruh negatif dan situasi yang tidak stabil. Apakah ini bentuk kepedulian sejati atau hanya scenario saja untuk membenarkan keegoisan pribadi. Kebanyakan orang tua lupa dengan anak – anak tentang hak dan kebutuhan yang seharusnya mereka dapatkan. Karena keegoisan yang mereka miliki dan sudah tidak dapat lagi menahan meluapnya ego dari masing-masing mereka.

Perebutan hak asuh ini menjadi sarana untuk memfasilitasi kebutuhan anak atau hanya pemuas kebutuhan keinginan dan emosional orang tua yang terluka. Untuk sejenak rasakan dan berpikirlah sebagai orang dewasa.

Inilah adalah Sebagian besar apa yang akan mereka rasakan :

1. Cemas
Mereka merasa cemas dimana mereka akan tinggal, siapa yang merawat dan bagaimana hidup mereka sehari – hari akan berubah.

2. Perasaan ditinggalkan
Mereka merasa orang tua lebih memperhatikan mereka sendiri daripada perasaan yang mereka miliki

3. Bermasalah dengan loyalitas
Mereka harus merasa tertekan secara emosional di karenakan terpaksa harus membuat keputusan untuk memihak antara ayah atau ibu.

4. Cemburu
Mereka merasa iri dengan anak anak lain yang seumuran meraka karena kebahagiaan dan kenyaman yang didapatkan oleh anak anak lain dalam keluarganya. (*/gon)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved