Tribunners

Menyikapi Karunia Ilmu dan Hidayah

Kenikmatan yang hakiki tidaklah mungkin kita raih kecuali dengan bersungguh-sungguh menuntut ilmu

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Dr. Mu’min Roup, M.A. - Peneliti dan Pengajar Hukum dan Kewarganegaraan di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta 

Kadang kala manusia merasa dirinya disayang oleh Allah manakala ia mendapat kemuliaan dengan jabatan dan kedudukan tinggi. Tetapi sebaliknya, ia merasa dijauhi oleh Allah manakala dibatasi keuangan maupun rezekinya. Padahal dalam surah Al-Fajr: 15-17, Allah menegaskan, “Sama sekali bukan begitu!” Karena pada hakikatnya, semua yang bersifat duniawi itu hanyalah ujian dan cobaan dari Allah, mampukah manusia bersabar di saat menghadapi kesempitan, dan sanggupkah ia bersyukur di saat memperoleh kelapangan.

Untuk itu, selayaknya kita bercermin diri dan bermuhasabah, bahwa dalam gelimang kemaksiatan dan kedurhakaan kepada Allah dan rasul-Nya, kita masih diberikan nikmat sehat bahkan dicukupkan rezeki dan kesehatan anak-anak kita di rumah. Kita senantiasa berintrospeksi diri, jangan-jangan semua kenikmatan itu merupakan istidraj yang Allah berikan kepada kita semua, sampai kemudian kita makin terlena dan menyimpang dari jalan-Nya. Oleh karena itu, hendaknya kita memohon agar dilimpahkan nikmat ilmu (hidayah) serta kekuatan untuk mengamalkannya sehingga perjalanan hidup kita ke depan senantiasa dalam bimbingan, inayah,  dan keselamatan yang diridai oleh Allah Subhanahu Wata’ala. (*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved