Minggu, 19 April 2026

Pilpres 2024

Hasil Survei Capres Terbaru 2024, Elektablitas Prabowo-Gibran Stagnan Lalu Menurun

Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh lembaga riset independen,telah mengungkapkan preferensi pemilih terhadap calon presiden

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: M Zulkodri
Tribunnews
Hasil survei capres terbaru 2024 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -  Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh lembaga riset independen,telah mengungkapkan preferensi pemilih terhadap calon presiden dalam pemilihan presiden tahun 2024.

Survei ini dilakukan secara menyeluruh di seluruh Indonesia, melibatkan ribuan responden dari berbagai latar belakang.

Hal yang terbaru, elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, kini mengalami peningkatan dan hampir menyamai elektabilitas pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Sementara itu, elektabilitas pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, mengalami penurunan.

Menurut hasil survei Charta Politika Indonesia pada periode 4-11 Januari 2024, elektabilitas Ganjar-Mahfud mencapai 28 persen, mengalami peningkatan dari survei sebelumnya pada 20-27 Desember 2023 yang sebesar 26,5 persen.

Dengan perolehan saat ini, kemungkinan besar Pemilihan Presiden 2024 akan dilakukan dalam dua putaran.

Survei ini melibatkan 1.220 responden dengan metode wawancara tatap muka, dan tingkat toleransi kesalahan sebesar 2,82 persen. Analis politik dari Charta Politika, Nachrudin, menyatakan bahwa elektabilitas Ganjar-Mahfud sempat mengalami penurunan pada November-Desember 2023 setelah mencapai puncak pada Oktober 2023 dengan elektabilitas 36,8 persen.

”Tetapi, di survei Januari 2024 ini, (elektabilitas) Ganjar-Mahfud sedikit rebound. Mungkin ini akibat debat capres yang kemarin terlaksana. Juga ada kenaikan (elektabilitas) di pasangan Anies-Muhaimin,” ujar Nachrudin.

Kenaikan elektabilitas Anies-Muhaimin terlihat dari hasil survei periode Januari ini.

Dari hasil survei periode Desember, elektabilitas pasangan yang diusung oleh Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu sebesar 26,3 persen dan kini menjadi 26,7 persen.

”Jadi, ada persaingan ketat antara paslon nomor urut 3 (Ganjar-Mahfud) dan 1 (Anies-Muhaimin) karena keunggulan Ganjar masih di angka 1,3 persen. Margin of error sekarang 2 persen. Jadi, kalau kami masih anggap Ganjar dan Anies ini agak bersaing ketat,” ucap Nachrudin.

Sebaliknya, elektabilitas Prabowo-Gibran, jika dibandingkan dengan hasil survei periode Desember, turun sebanyak 1,6 persen, dari 43,8 persen menjadi 42,2 persen.

”Elektabilitas Prabowo-Gibran malah belum ada kenaikan signifikan. Kalau dilihat penurunan di 43,8 persen ke 42,2 persen masih di rentang kesalahan. Jadi, ada stagnasi di Prabowo dan Gibran,” ucap Nachrudin.

Charta Politika kemudian juga mengecek kemantapan pilihan pemilih. Hasilnya, sebesar 75,7 persen pemilih sudah merasa yakin dengan pilihan pasangan capres-cawapresnya. Namun, masih ada 20,9 persen yang kemungkinan bisa berubah pilihannya.

Margin of error sekarang 2 persen. Jadi, kalau kami masih anggap Ganjar dan Anies ini agak bersaing ketat.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved