David Ozora Benar-benar Lupa Sang Ayah Jonathan Latumahina Sudah Menikah Lagi
Tak hanya menceritakan kronologi yang diketahuinya saat dalam peristiwa penganiayaan tersebut, David Ozora menguak pengakuan baru
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: fitriadi
BANGKAPOS.COM-- Korban penganiayaan Mario Dandy, David Ozora menceritakan apa yang dirasakannya terkait kasus penganiayaan yang dialaminya.
Diketahui David Ozora sudah menunjukan kondisi kesehatan yang semakin baik dari hari ke hari.
Kini, putra Jonathan Latumahina tersebut bahkan sudah bisa kembali berbicara dengan baik.
Terbaru David Ozora hadir di Podcast Denny Sumargo.
Ia menceritakan peristiwa yang ia ketahui dan rasakan akibat dianiaya anak eks pejabat Ditjen pajak tersebut.
Tak hanya menceritakan kronologi yang diketahuinya saat dalam peristiwa penganiayaan tersebut, David Ozora menguak pengakuan baru.
Pengakuan ini belum pernah terungkap sebelum kasus penganiayaan tersebut sedang mencuat.
Rupanya David Ozora sempat prank atau membohongi sang ayah.
Ia berpura-pura tidak ingat Jonathan Latumahina sebagai ayahnya setelah sadar dari koma.
Hal itu diungkap langsung oleh David Ozora di Podcast Curhat Bang milik Denny Sumargo, Selasa (23/1/2024).
Bukan tanpa sebab, rupanya David Ozora memiliki alasan tersendiri berpura-pura masih lupa ingatan kepada ayahnya.
David Ozora mengaku dirinya sebenarnya ingat jika Jonathan Latumahina adalah ayahnya.
"Gue sebenarnya tahu kalau itu (Jonathan Latumahina) bokap, cuma mumpung gue lagi sakit nih," ujar David Ozora.
Pilunya, David mengaku selama 18 tahun tidak memiliki kedekatan dengan ayah kandungnya sendiri.
Hal itu kemudian menjadi alasan David untuk pura-pura berhobong, demi bisa memiliki kesempatan lebih dekat dengan sang ayah.
| Kronologi Dugaan Penganiayaan Little Aresha Daycare di Jogja Terbongkar, 53 Anak Jadi Korban |
|
|---|
| Bela Ayah, Seorang Remaja Putri di Langkat Ditetapkan Jadi Tersangka oleh Polisi, Berakhir Damai |
|
|---|
| Kasus Penganiayaan Santri Bangka: 13 Pelaku Diduga Terlibat, Korban Dirawat dan Trauma |
|
|---|
| Polda Babel Periksa 13 Pelaku dan Pengurus Pesantren dalam Kasus Penganiayaan Santri |
|
|---|
| Kasus Perundungan Siswa, Pesantren Akui Kesulitan Mengawasi 24 Jam Aktivitas di Pesantren |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240124-David-Ozora-ngeprank.jpg)