Minggu, 12 April 2026

Skabies, Penyakit Kulit yang Disebabkan si Kutu Kecil 'Sarcoptes Scabiei'

Bentol merah yang sering dikira sebagai gigitan nyamuk ini, lama-kelamaan akan berisi air dan akhirnya bernanah. Yang khas dari skabies yaitu...

freepik.com
Ilustrasi 

Oleh: dr. Siska - Dokter Umum Puskesmas Grogol Petamburan, Jakarta

JARI tangan gatal? Berair? Bernanah?

Gejala ini merupakan keluhan yang sering dialami oleh pasien dengan diagnosis Skabies.

Skabies atau yang di kenal oleh awan dengan istilah kudis / gudig / buduk adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu Sarcoptes scabiei.

Kutu kecil ini tidak terlihat oleh mata telanjang, sehingga biasanya pasien (terutama anak-anak) secara tidak sadar sudah terinfeksi dan muncul bentol-bentol merah di area terinfeksi.

Bentol merah yang sering dikira sebagai gigitan nyamuk ini, lama-kelamaan akan berisi air dan akhirnya bernanah. Yang khas dari skabies yaitu kutu ini suka menginfeksi bagian kulit yang tipis, sehingga lokasi paling sering ditemukannya bentol kemerahan ini adalah di sela-sela jari dan di lipatan tubuh.

Bentol kemerahan ini yang nanti secara perlahan akan bergerombol dan terlihat seperti terowongan. Selain itu rasa gatal yang bertambah saat malam hari sering dikeluhan oleh pasien dengan diagnosis skabies.

Penyakit skabies sering ditemukan pada anak-anak di asrama atau di pesantren. Hal ini karena penularan skabies adalah melalui kontak langsung dengan orang lain yang sedang terinfeksi. Penularan lain juga bisa karena penggunaan tempat tidur dan barang pribadi (handuk, baju, dan alat mandi) secara bersamaan.

Pentingnya pengetahuan tentang skabies ini adalah untuk mencegah penularan penyakit dan perburukan infeksi dari si kutu.

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan harus dilakukan.

Sesuai dengan kata pepatah "Bersih Pangkal Sehat", dengan berprilaku bersih dan menjaga lingkungan akan membawa seseorang pada gaya hidup yang sehat. Dan apabila Anda mengalami keluhan yang disebutkan diatas, mungkin Anda sudah terinfeksi skabies, maka segeralah periksakan diri ke dokter umum / dokter spesialis kult dan kelamin terdekat. (*/)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved