Kamis, 9 April 2026

Ini Penyebab Harga Ayam dan Beras Premium di Pangkalpinang Mahal

Ini Penyebab Harga Ayam dan Beras Premium di Pangkalpinang Mahal. SImak ulasannya

Penulis: Evan Saputra CC | Editor: M Zulkodri
Bangkapos.com/Sela Agustika
Pembeli saat memilih beras di salah satu toko di Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hingga saat ini harga kebutuhan pokok khususnya ayam dan beras terus dikeluhkan masyarakat Kota Pangkalpinang.

Hal ini dikarenakan hargq beras dan ayam terpantau terus mengalami kenaikan.

Harga Ayam Broiler di pasar ratu tunggal Kota Pangkalpinang sejak Imlek lalu terpantau melonjak, dari harga ayam bersih Rp36 ribu perkilogram sekarang bisa menjadi Rp40 ribu perkilogram.

Lantas apa yang menyebabkan harga ayam hingga beras mengalami kenaikan?

Mahmud satu di antara pedagang di Pasar Ratu Tunggal Pangkalpinang mengatakan melonjaknya harga kebutuhan pokok tersebut sudah terjadi sejak sebelum Imlek.

"Stok dari distributor juga mulai tipis sekarang, kalau harga jual sekarang Rp35 ribu perkilogram untuk ayam kotor dan Rp40 ribu perkilogram untuk ayan bersih, ini wajar kami ngambilnya juga naik," sebut Mahmud kepada Bangkapos.com, Rabu (21/2/2024). 

Biasanya, Mahmud menjual habis dagangannya, namun karen harga mahal, pembeli ayam kebanyakan beli sedikit, tak jarang akhirnya dia harus bawa pulang sisa jualannya.

"Kami juga tidak suka kalau harga tinggi, karena susah lakunya, untung cuma Rp3 ribu perkilo," tuturnya. 

Tak hanya ayam, sebelumnya beras juga terpantau masih mengalami kenaikan, harga beras premium ditingkat ritel modern di Pangkalpinang kini menginjak harga Rp79.000 untuk kemasan 5 Kilogram (Kg).

Musim Panen Tertunda

Kepala Dinas Koperasi Perdagangan (Diskopdag) dan UMKM Andika Saputra menyebut, memang ada kenaikan harga beras di sejumlah pasar dan ritel modern.

Kendati demikian, Andika menegaskan kenaikan harga beras ini tidak hanya terjadi di Kota Pangkalpinang saja tapi seluruh daerah di Indonesia.

"Terkait kenaikan harga beras bukan terjadi di Pangkalpinang saja, tetapi secara nasional.  Kenaikan harga beras dipicu dari menurunnya hasil produksi beras di tingkat petani," jelas Andika kepada Bangkapos.com, Rabu (21/2/2024).

Tak hanya itu, menurutnya, keterlambatan musim tanam akibat kemarau berkepanjangan juga dianggap menjadi faktor yang memicu kenaikan harga beras

"Karena musim panen juga tertunda, saat ini pemerintah pusat akan segera melakukan importase beras untuk mengendalikan harga beras dalam negeri, termasuk wacana penyaluran beras SPHP," jelasnya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved