Minggu, 19 April 2026

Ini Penyebab Harga Ayam dan Beras Premium di Pangkalpinang Mahal

Ini Penyebab Harga Ayam dan Beras Premium di Pangkalpinang Mahal. SImak ulasannya

Penulis: Evan Saputra CC | Editor: M Zulkodri
Bangkapos.com/Sela Agustika
Pembeli saat memilih beras di salah satu toko di Kota Pangkalpinang 

Kendati demikian, ia memastikan, stok beras di Kota Pangkalpinang masih aman.

"Meski ada kenaikan harga beras tapi untuk stok beras medium dan premium di beberapa distributor terpantau masih aman, kurang lebih masih ada 6.697 ton, ini belum termasuk yang di ritel," tuturnya.

Sementara, untuk daging ayam kata Andika, harga daging ayam per kg di pasar Ratu Tunggal hari ini bervariasi di angka Rp35.000, Rp.38.000 dan Rp40.000.

"Untuk ayam ini harganya kadang bervariasi, dan kami akan terus memantau ini ke pasaran dan tingkat distributor," tuturnya.

Andika meminta, dengan kenaikan harga beras ini masyarakat tidak perlu khawatir sebab stok tetap terjaga.

"Persoalan stok tetap terjaga, berkenaan dengan harga kita tetap mengikuti kesesuaian harga secara Nasional. Kami Diskopdag bersama ibuk Pj Wali Kota juga terus memantau ini," tuturnya.

Naik Kelewat Batas

Tak hanya di Kota Pangkalpinang, kenaikan harga bahan pokok beras juga terjadi di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung.

Harga beras di Pasar Lipat Kadjang Manggar mencapai Rp17-18 ribu per kilogram untuk beras premium. Sedangkan beras kualitas medium berkisar antara Rp14-15 ribu dan beras Bulog berkisar di angka Rp11-12 ribu per kilogram.

Harga tersebut makin mencekik masyarakat Belitung Timur karena ditambah keadaan ekonomi yang sedang tidak stabil. Meski begitu karena beras adalah makanan pokok orang Indonesia maka mau tidak mau mereka harus merogoh kocek lebih dalam lagi.

Sakinah ibu rumah tangga asal Manggar kaget setelah pulang dari belanja bulanan. Dia rutin belanja bulanan untuk kebutuhan sehari-hari seminggu sekali. Dia terkejut dengan kenaikan harga beras yang menurutnya sudah di luar ambang batas.

"Naiknya kelewat batas. Biasanya cuma naik seribu dua ribu. Ini naik hampir 10 ribu," kata Sakinah sambil geleng-geleng kepada posbelitung.co, Kamis (22/2/2024).

Karena itu dia terpaksa menurunkan jumlah pembelian berasnya, yang biasa dia membeli 10 kilogram jadi hanya membeli lima kilogram saja. 

Dia mengaku saat ini memang kondisi perekonomiannya sedang lesu sebab suaminya yang bekerja sebagai pencari timah juga hasilnya tidak selalu banyak. Hasil itu kadang juga tidak bisa menutupi biaya kebutuhannya sehari-hari.

"Kami masyarakat kecil ini minta tolong kepada pemerintah agar berbuat sesuatu supaya harga beras ini kembali normal," kata dia.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved