Selasa, 21 April 2026

Wawancara Ekslusif

Setop Eksploitasi Besar-besaran Demi Masa Depan

Sebenarnya kita sudah ada beberapa kerjasama dengan APH, baik itu kepolisian, kejaksaan dan APH yang lain. Ini sebenarnya kita coba berkonsultasi...

Bangka Pos
Bangka Pos Hari Ini, Kamis (7/3/2024). 

PENYIDIKAN kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di IUP PT Timah Tbk periode 2015-2022 oleh Kejaksaan Agung RI berdampak pada psikologis karyawan PT Timah Tbk.

Pun masyarakat penambang di Babel resah karena bingung menjual hasil tambang yang mereka peroleh.

Direktur Utama PT Timah Tbk, Ahmad Dani Virsal mengaku ada beberapa hal yang dilakukan perusahaan terhadap
ketidaknyamanan karyawan pascapengusutan kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di IUP PT Timah Tbk
periode 2015-2022 oleh Kejaksaan Agung RI. Begitu juga untuk menjawab kebingungan masyarakat penambang di Babel.

Dani Virsal optimistis PT Timah Tbk bakal lebih baik di tahun 2024 ini.

Berikut petikan wawancara eksklusif Bangka Pos dengan Ahmad Dani Virsal, Dirut PT Timah Tbk yang dipandu Editor In
Chief Bangka Pos, Ade Mayasanto di Studio Bangka Pos pada Sabtu (2/3) malam:

Bagaimana Anda memberikan rasa nyaman kepada teman-teman di PT Timah?

Sebenarnya kita sudah ada beberapa kerjasama dengan APH, baik itu kepolisian, kejaksaan dan APH yang lain. Ini sebenarnya kita coba berkonsultasi, sebelum ada kejadian mendingan kita ngobrol dulu dan ini yang menjadi penyemangat kita juga.

Jadi dari sisi regulasi kita coba berdiskusi sebagai pendamping. Kita sudah ada MoU dengan kejaksaan, baik itu di tata usaha negara maupun di legal opinion. Setiap kegiatan kita yang beresiko, coba kita gandeng APH untuk ikut mendampingi kegiatan kita, jadi kita lebih yakin.

Sebenarnya hal ini sudah biasa, mungkin tidak se-intens sekarang.

Jadi ini bagaimana kita coba meminta pendampingan dan konsultasi tentang kegiatan-kegiatan yang kita lakukan. Kalau
didampingi dari awal, mungkin bisa membuat teman-teman lebih merasa aman.

Baca juga: Dani Virsal Blak-blakan Tantangan Berat 4 bulan Terakhir

Baca juga: Lapangan Bola jadi Kaveling, Kejari Tetapkan Lurah Paal Satu Tersangka

Saya ada dapat kabar bahwa untuk kuartal 1 terakhir, pendapatan PT Timah cukup lumayan, bagaimana pendapat anda?

Ini kemampuan survival, di masa krisis seperti ini kita perlu melakukan inovasi-inovasi. Baik dari segi teknologi, maupun metode, ini berkembang supaya bagaimana kita menambang lebih ekonomis. Bagaimana kita meningkatkan produktivitas yang ada agar bisa survive melewati masa-masa kritis dan bisa me-recover kembali perusahaan ini.

Saya yakin kalau semua pihak dengan frame yang optimis, ini bisa dilakukan. Paling tidak kita lebih baik dari tahun 2023.

Apakah masa depan timah di Bangka Belitung itu masih besar? Kirakira berapa tahun lagi kira berapa tahun lagi
kita bisa memaksimalkan timah di Bangka Belitung?

Saya optimis karena saya yakin, kalau kita menggunakan tata kelola yang baik dengan berpikir pemanfaatan kekayaan Sumber Daya Alam di jangka panjang, akan memberi nilai yang lebih tinggi.

Ini menarik, karena komoditas ini (timah) sampai sekarang belum ditemukan penggantinya.

Kenapa, karena timah itu mudah sekali berasosiasi dengan logam yang lain. Timah bisa merekat dengan besi, bisa mempererat tembaga, bisa mempererat logam yang lain. Sepertinya, saat ini belum ada yang suhunya rendah, tapi logam. Timah kan meleleh di suhu 300 (derajat Celcius) atau mungkin kurang dari itu jadi tidak merusak perangkat yang lain. Ini jadi kelebihan timah dan dia sifatnya tidak karat.

Kenapa kita optimis, karena kalau dibuat rencana jangka panjang dan cukup. Beda halnya dengan ekplorasi yang secepatcepatnya dan sebanyakbanyaknya habis-habisan, recovery alam juga menjadi masalah.

Ini masalahnya, karena kita mengeksploitasinya berlebihan. Hari ini di Babel kenapa dampak lingkungan lebih besar
terlihat hari ini karena kita mengeksploitasinya secara besar-besaran, berlebihan.

Bagaimana menurut anda untuk menahan masyarakat Babel untuk supaya tidak tergoda untuk mengeksploitasi untuk mengeksploitasi besar-besaran?

Ini menjadi tantangan buat kita semua bagaimana kita mengajak semua pihak, memberikan kesadaran bahwa ini karunia
Tuhan buat kita dan ini harus digunakan untuk modal dasar pembangunan dimana wilayah timah didapat.

Sehingga nilainya bisa menggerakkan roda perekonomian yang lain dalam jangka waktu yang panjang. Kalau mau kita
gerakan hari ini bisa, tapi apakah kita sudah siap untuk the next nya seperti apa, setelah timah kita mau ngapain.

Dari era reformasi sampai sekarang, kalau kita mau jujur, komoditas timah ini masih menjadi andalan Provinsi Bangka
Belitung. Walaupun orang bilang industri, pariwisata, itu betul, tapi roadmap nya mesti di support dan tahapannya mesti kita lalui.

Ini harus melibatkan banyak pihak dan mempunyai roadmap jangka panjang secara nasional pemanfaatan timah. Secara nasional, timah ini memberi kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Kedua, ini harus kita lakukan pemerataan secara berkelanjutan. Tidak bisa kita mengeksploitasi secara besar-besaran. Jadi kita perlu regulasi, arahnya kemana, kita perlu lakukan tahap-tahapannya. Dan kita harus samasama amati, sama-sama monitor, sama-sama lakukan pengawasan yang ketat agar ini bisa memberi nilai yang lebih besar buat
Kepulauan Babel.

Tujuan mensejahterakan masyarakat itu bukan secepat-cepatnya, kita juga perlu berproses. Proses ini harus disusun supaya apa yang dicita-citakan sebagai masyarakat yang sejahtera itu.

Apapun sumber daya alam itu, kalau pemanfaatannya secara bijaksana, mudah-mudahan ini bisa memberi modal dasar untuk mengembangkan sektor yang lain. (Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved