Ramadhan 2024

Marhaban Ya Ramadhan

Tanamkan dalam jiwa bahwa Ramadhan hanya datang satu bulan dalam satu tahun tidak setiap bulan dan setiap pekan. Tetapi Allah hanya mewajibkan...

Tim Video Bangkapos
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangka Belitung, Zayadi Hamzah 

Oleh: Zayadi Hamzah, Ketua MUI Bangka Belitung 

ADALAH suatu kebanggaan dan rasa syukur yg paling dalam bagi kita ummat Islam masih diberi kesempatan oleh yang Maha Kuasa Allah SWT untuk bertemu bulan Ramadhan tahun ini. InsyaAllah besok atau lusa kita akan menapak hari pertama di bulan Ramadhan.

Mari kita sambut Ramadan ini dengan penuh suka cita, karena salah satu ciri orang beriman adalah senang berjumpa dengan bulan Ramadhan. Para ulama dan orang orang yang sholeh sangat merindukan perjumpaan dengan Ramadhan.

Dalam menyikapi hadirnya bulan Ramadhan kita dianjurkan untuk mempersiapkan diri dalam menyambut ramadhan, dengan kesiapan ruhiyah dam jasadiyah, secara ruhiyah Rosulullah mencontohkan kepada kita melalui hadits yang diriwayat oleh Bukhari yang artinya " Aisyah pernah berkata bahwa Rosulullah SAW tidak pernah berpuasa sunah satu bulan lebih banyak dari bulan sya'ban, sesungguhnya beliau berpuasa penuh pada bulan s'ban ( HR Bukhari).

Inilah persiapan mental yang dilakukan nabi untuk menghadapi Ramadhan. InsyaAllah kita semua telah menyiapkan mental kita untuk beribadah pada bulan Ramadhan. Tak salah kalau kita menambah wawasan dan pengetahuan kita fikih puasa supaya kita dapat menjalani puasa sesuai dengan syariat Islam.

Secara psikologis atau jasadiyah kita siapkan fisik kita secara prima dengan olahraga yang teratur dan makan makanan yang sehat sebelum Ramadhan.

Perjumpaan lagi dengan Ramadhan merupakan karunia dan rahmat Allah azza wajalla krn kita patut bersyukur san bergembira. Banyak muslim memanjatkan doa supaya diberi kesempatan untuk bisa menjalani Ramadhan.

Karena seorang mu'min yang ahli ibadah mengetahui keutamaan Ramadhan. Hal ini relevan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya " Seandai manusia mengetahui kebaikan kebaikan yang ada pada bulan Ramadhan, niscaya mereka menghendaki Ramadhan sepanjang tahun.

Oleh sebab itu mari kita bersyukur terhadap nikmat yang Allah berikan berupa pertemuan kembali bulan Ramadhan dengan cara memuji atas segala nikmat yang diberikan khususnya nikmat bertemu kembali dengan Ramadhan dan mencintai ramadhan dengan memperbanyak amal ibadah dan menabur kebaikan terutama dengan memanfaatkan nikmat ramadhan dengan memperbanyak infaq dan shodaqoh.

Imam Nawawi menyebut dalam kitabnya al Adzkaar "perlu diketahui bagi siapa saja yang mendapatkan ni'mat dan terhindar dari kemurkaan Allah hendaklah dia bersujud syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan." Tanamkan dalam jiwa bahwa Ramadhan hanya datang satu bulan dalam satu tahun tidak setiap bulan dan setiap pekan. Tetapi Allah hanya mewajibkan 1 bulan dalam setahun.

Perintah wajib ini tertuang dalam suroh al Baqarah ayat 183 yang artinya "wahai orang orang yang beriman diwajibkan kepada kamu berpuasa sebagai mana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang yang bertaqwa".

Ayat ini disamping menunjukkan perintah wajib berpuasa bagi orang beriman, menunjukkan betapa pentingnya berpuasa di bulan Ramadhan, karena tujuannya adalah menjadi orang yang bertaqwa, yang merupakan derajat tertinggi di dalam Islam. Taqwa adalah tujuan dan hasil dari ibadah puasa kita. Dari akar kata ayat tersebut taqwa para ulama mendefinisikan taqwa sebagai "sebagai menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya karena takut kepadanya.

Apabila kita kembangkan lebih jauh bahwa taqwa dapat bermakna sebagai keseluruhan potensi yang dimiliki orang-orang beriman baik yang berbentuk fisiologis dan bernuansa psikogis atau ruhani mampu digerakkan untuk kepentingan di jalan Allah dalam bentuk ibadah mahdhoh maupun Umumiah dan mampu pemanfaatan bagi manusia lainnya dalam kehidupan masyarakat.

Misalkan anggota badan yang kita miliki kita pergunakan untuk beribadah dan membantu orang lain yang membutuhkan, demikian juga terhadap harta yang kita miliki dapat berdayaguna bagi orang lain. Namun kesemuanya itu menuntut keikhlaaan bagi pelaku taqwa. Karna taqwa berada didalam hati.

Rosulullah SAW bersabda yang artinya "Taqwa itu ada si sini" sambil memegang dada beliau "Taqwa itu berbeda dengan iman kendatipun sama-sama didalam hati. Makanya seruan untuk bertaqwa di tujukan kepada orang beriman. Taqwa itu hanya akan hadir bila iman.  Keduanya membuahkan amal sholeh yang bersifat lahiriyah dan dilandasi dengan niat yang ikhlas yaitu amal yg bersifat fisiologis (ragawi) dan fsikhis atau (ruh).

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved