Ramadhan 2024
Ungkapan Kebahagiaan Puasa Ramadhan yang Penuh Berkah
Berpuasalah seperti ulat bukan berpuasa seperti ular. Sebagaimana kita ketahui bahwa puasanya ular adalah untuk mengganti....
Oleh : H. Johan Muhammad Nasir, M.Pd., Ketua Badan Pengelola Masjid Agung Kubah Timah Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung
MARHABAN Yaa Ramadhan 1445 H. Bulan yang penuh berkah, ampunan dan kemenangan ini sudah barang tentu dikangeni oleh seluruh umat Muslim. Bulan dimana kita umat Muslim berlomba-lomba dalam memperoleh amalan-amalan lahir maupun batin.
Namun bagaimana kita berpuasa dalam bulan Ramadhan ini dengan tenang, iman, ikhlas serta penuh kebahagiaan menjadi sangat penting. Barangkali kita memahami dasar berpuasa dalam Al Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 183 : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa". Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 184 selanjutnya : "Berpuasa itu baik bagimu seandainya kamu tahu".
Bulan suci Ramadhan dibutuhkan persiapan-persiapan sehingga aktivitas ibadah di dalamnya dapat kita tunaikan dengan maksimal. Setidaknya ada dua hal yang perlu kita siapkan dalam memaksimalkan keistimewaan Bulan Ramadhan yakni persiapan lahir dan batin. Selain persiapan lahiriah, penting juga untuk melakukan persiapan batiniah dalam mengisi bulan suci Ramadhan.
Pada persiapan awal yang pantas dan bisa dilakukan adalah dengan menanamkan kegembiraan dalam hati, rasa dan pikiran. Sebab secara psikologis, perasaan dan pikiran gembira saat menyambut sesuatu akan menumbuhkan motif, dorongan dan perasaan kecintaan dalam melakukan sesuatu. Selanjutnya jika motif dan perasaan cinta sudah tumbuh saat melakukan sesuatu, maka pasti akan dapat mencapai perolehan hasil yang maksimal.
Rasulullah Muhammad SAW telah mengingatkan dalam sebuah hadis kepada ummatnya untuk senantiasa menghadirkan perasaan dan pikiran gembira menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Kegembiraan dan perasaan suka ria ini juga niscaya bakal diganjar dengan sebuah keistimewaan pula.
Dengan berpuasa, orang yang beriman agar menjadi kelompok orang – orang yang bertakwa yakni berpuasa seperti puasanya ulat bukan seperti puasanya ular. "Berpuasalah seperti ulat bukan berpuasa seperti ular. Sebagaimana kita ketahui bahwa puasanya ular adalah untuk mengganti kulitnya sehingga dapat memperbesar ukuran ular tersebut. Namun sebenarnya, rupa dan bentuknya yang menakutkan tidak berubah.
Tapi jika berpuasa seperti ulat dimana ketika ia berpuasa, maka ia berubah menjadi kepompong kemudian menjadi kupu – kupu. Begitupun dengan keberadaannya saat menjadi ulat merupakan parasit bagi tumbuhan namun setelah menjadi kupu – kupu ia malah memberikan manfaat bagi tumbuhan tersebut. Selain itu bentuk fisik kupu-kupu begitu indah menawan.
Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan berjimak disertai niat yang ikhlas karena Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung karena puasa mengandung manfaat bagi kesucian, kebersihan, dan kecemerlangan diri dari percampuran dengan keburukan dan akhlak tercela. Dalam Kitab Ihya Ulumiddin Karya Imam Al Ghazali, puasa memiliki dua dimensi yaitu, demensi lahir dan batin.
Untuk terpenuhinya syarat puasa lahir adalah dengan menjalankan aspek syariat tentang puasa, seperti berniat, tidak makan dan minum, menghindari berhubungan suami-istri di siang hari dan lain sebagainya. Sementara untuk mendapatkan derajat puasa secara batin harus niat puasanya karena Allah, mengendalikan nafsu-nafsu yang ada dalam organ tubuh, munajat dan dzikrullah, dan terus memelihara takwa kepada Allah SWT.
Semoga niat lahir batin yang kita ikhtiari dalam mengisi bulan suci Ramadhan dapat dimaksimalkan dengan dayaguna dan pemanfaatannya dalam mencapai esensi maqashid syariah ibadah puasa Ramadhan yakni mencapai derajat muttaqin (semoga). (Bangkapos.com/GogoPrayoga).
| Tips Menjaga Kesehatan Agar Tidak Sakit di Akhir Ramadhan Menurut dr. Masagus Hakim |
|
|---|
| Kisah Ali Lukman Marbot Masjid Al-Ikhlas Kompi Senapan B, Kini Dipercaya Jadi Ketua Masjid |
|
|---|
| Mutiara Ramadhan: Memelihara Kontinuitas Kesucian Iman dan Amal Ibadah Pasca Ramadhan |
|
|---|
| Bacaan Doa dan Niat Zakat Fitrah Diri Sendiri dan Keluarga Kerap Dibayar di Penghujung Ramadhan 2024 |
|
|---|
| Cara Hitung Zakat Mal Lengkap Syarat, Hukum, Rukun, Ketentuannya dan Niatnya Arab, Latin dan Artinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240313-Johan-Muhammad-Nasir.jpg)