Tribunners
Nestapa Penambang Rakyat
Kini, saatnya untuk lebih serius mengakselerasi program pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih sensitif dan inklusif bagi kesejahteraan lokal
Obsesi Transisi Ekonomi Non-tambang
Tentu upaya transformasi dan diversifikasi ekonomi lokal selain timah bukan perkara gampangan dan sekadar ‘omon-omon’ belaka. Obsesi revitalisasi lada putih Babel yang sudah mendunia saja masih jalan di tempat. Belakangan, sektor sawit dan pariwisata memang perlahan sudah mulai bertumbuh, namun lagi-lagi benefitnya masih terbatas bagi kelompok korporasi skala besar dan juga para pemilik modal.
Sementara itu, masih banyak warga yang kurang beruntung dan dihadapkan pada situasi yang sulit dan tidak mudah. Belum lagi praktik ekspansif perusahaan sawit skala besar selama ini yang kerap kali mengabaikan praktik, adat, dan cara-cara lokal (komunal) dalam memanfaatkan sumber daya, akibatnya telah memicu ketegangan, konflik dan pembelahan sosial di masyarakat.
Kini, saatnya untuk lebih serius mengakselerasi program pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih sensitif dan inklusif bagi kesejahteraan lokal. Pemda provinsi dan kabupaten bersama berbagai elemen, baik dunia kampus dan dunia usaha, termasuk komunitas NGO atau CSO jangan lagi eksklusif, idealis, dan jalan sendiri-sendiri. Perlu kolaborasi intensif untuk mentransformasi ekonomi Babel yang lebih variatif dan tidak lagi bergantung berat pada sektor ekstraktif timah. Ini juga sejalan dengan target transformasi ekonomi inklusif dan berkelanjutan yang telah digulirkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023 dan APBN Tahun 2024.
Inklusif agar adanya akses dan kesempatan bagi meningkatnya kesejahteraan warga dan berkurangnya kesenjangan ekonomi antarkelompok dan wilayah. Sementara itu, konteks berkelanjutan lebih kepada hadirnya model pertumbuhan ekonomi yang lebih protektif dan restoratif demi generasi saat ini dan mendatang. Jangan sampai generasi anak cucu di kepulauan ini kelak hanya mewarisi beban kerusakan ekologis dan sekadar jadi penonton cerita soal mitos timah yang menyejahterakan itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240403_Rendy-Hamzah-Peneliti.jpg)