Kamis, 16 April 2026

Idul Fitri 2024

Waspada, Kenali Ciri Lontong dan Ketupat yang Mengandung Boraks: Bisa Sebabkan Kanker Hati

Lontong merupakan sajian paling diminati saat hari raya Idul Fitri. Lontong seolah menjadi tradisi menu wajib untuk dihidangkan di hari raya.

Penulis: Agis Priyani | Editor: Teddy Malaka
Tribunnews
Waspada, Kenali Ciri Lontong dan Ketupat yang Mengandung Boraks: Bisa Sebabkan Kanker Hati 

BANGKAPOS.COM - Lontong merupakan sajian paling diminati saat hari raya Idul Fitri. Lontong seolah menjadi tradisi menu wajib untuk dihidangkan di hari raya.

Ketupat dan lontong adalah jenis makanan berbahan dasar beras.

Dua makanan ini biasanya paling cocok dimakan dengan opor, gulai, dan sayur kuah kuning.

Selain nikmat, makanan ini juga gampang dibuat di rumah dan mudah dibeli di mana saja.

Lontong bisa dibuat sendiri di rumah atau dibeli langsung ke pasar. 

Namun, hati-hati jika kamu membeli lontong di luar, sebab masih ada lontong berbahan kimia yang beredar di pasar.

Sebab ada saja pedagang nakal yang mencampurkan ketupat atau lontong dengan bleng atau boraks.

Dikutip dari Kompas.com, boraks berbentuk kristal putih dan sering masuk dalam industri skala menengah dan besar seperti digunakan sebagai bahan deterjen, bahan solder, pengawet kayu dan antiseptik kayu.

Dalam penyalahgunaannya, boraks ditaburkan ke dalam bakso, cilok, lontong, ketupat, juga kerupuk gendar.

Namun, boraks dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau dalam jangka panjang.

Mengitip Tribunnews, beberapa efek buruk mengonsumsi boraks antara lain, iritasi mata dan kulit, muntah, demam, sesak napas, gagal ginjal akut, hingga kanker hati.

Berikut Ciri-ciri Ketupat dan Lontong yang Mengandung Boraks

1. Warna yang Terlalu Terang dan Tidak Alami

Ketupat dan lontong yang mengandung boraks mungkin memiliki warna yang terlalu terang atau tidak alami.

Warna yang biasanya terlihat adalah putih bersinar atau putih berkilau yang tidak sesuai dengan produk beras atau bahan yang digunakan.

2. Tekstur yang Terlalu Keras atau Terlalu Kenyal

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved