Selasa, 21 April 2026

Tribunners

Kepopuleran Jahe Makin Meningkat, Perlu Peningkatan Produksi dan Budi Dayanya

Umumnya produk olahan jahe mempunyai nilai ekonomi hingga 5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan menjual bahan mentah jahe di pasaran

|
Editor: suhendri
Dokumentasi pribadi
JAHE MERAH - Menanam jahe merah menggunakan karung atau polybag pada skala rumah tangga. Usia tanam sekitar 3,5 bulan. 

Oleh: Frisca Damayanti - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mahasiswa Program Studi Doktor Biologi UGM

TREN hidup “back to nature” makin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah penggunaan obat herbal yang dipercaya memiliki manfaat yang tidak kalah penting, namun memiliki efek samping yang lebih kecil dibandingkan dengan obat-obatan kimia.

Jahe merupakan tanaman rimpang herba yang biasa digunakan sebagai obat herbal secara turun-temurun. Terdapat tiga varietas jahe berdasarkan dari ukuran, warna rimpang dan kandungan kimianya, yaitu jahe gajah (putih, besar, kandungan bioaktif paling rendah), jahe emprit (putih, kecil, kandungan bioaktif lebih tinggi dibandingkan jahe gajah), serta jahe merah (merah, kecil, kandungan bioaktif paling tinggi).

Kebutuhan jahe di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, namun belum diimbangi oleh produksinya mengakibatkan Indonesia masih harus melakukan impor jahe dari luar negeri. Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jahe di Indonesia pada tahun 2019 menurun menjadi 174 ribu ton, di mana tahun sebelumnya mencapai 207 ribu ton. Pada tahun 2021, produksi jahe di Indonesia meningkat dikarenakan adanya pandemi Covid-19 mencapai sekitar 307 ribu ton. Pada tahun 2022, produksi jahe menurun kembali menjadi 247 ribu ton.

Terdapat tiga provinsi penyumbang produksi jahe terbesar di Indonesia yaitu Jawa Barat (54 ribu ton), Jawa Tengah (45 ribu ton), dan Jawa Timur (31 ribu ton). Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri menyumbang sekitar 650 ton, di mana hasil tersebut menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 721 ton.

Kepopuleran jahe tak lain dikarenakan tanaman ini memiliki banyak manfaat farmakologis seperti antibakteri, antioksidan, antifungi, antihipertensi, antidiabetes, antiinflamasi, aktivitas sitotoksik, analgesik, dan antitusif. Masyarakat percaya bahwa mengonsumsi jahe dapat memelihara kesehatan dan imun tubuh, serta menyembuh berbagai macam penyakit seperti mual, masuk angin, meringankan gejala flu, menurunkan kadar kolesterol, hingga menstabilkan kadar gula darah.

Manfaat farmakologis yang dimiliki jahe merah disebabkan oleh kandungan kimia yang dimilikinya. Jahe mengandung karbohidrat, lipid, senyawa fenolik (gingerol dan shogaol), senyawa terpen (zingiberene, -bisabolene, -farnesene, sesquiphellandrene, dan -curcumene), dan senyawa bioaktif lainnya.

Produksi jahe perlu ditingkatkan dengan melakukan budidaya yang efektif dan mengajak para petani lain maupun level rumah tangga untuk menanam jahe karena menanam jahe tergolong mudah dan menguntungkan. Jahe tumbuh subur di lingkungan tropis. Tanaman ini hidup di tanah yang subur dan gembur. Suhu optimum sekitar 19-30˚ C. Jahe memerlukan irigasi yang cukup, namun media tanam yang terlalu lembap dapat menyebabkan rimpang jahe mudah terkena hama penyakit.

Pemupukan perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan kebutuhan nutrisi tanaman jahe tercukupi. Penyemprotan dengan pestisida nabati juga perlu dilakukan untuk mencegah terserangnya hama penyakit.

Menanam jahe juga dapat dilakukan di dalam polybag sehingga tidak memerlukan lahan yang luas. Oleh karena itu, budi daya jahe dapat dilakukan dari skala besar hingga level rumah tangga.

Jahe dapat dipanen pada usia 9-10 bulan setelah tanam. Adapun rimpang yang akan disemai dan digunakan sebagai bibit memerlukan usia tanam selama 12 bulan atau lebih.

Selain peningkatan budi daya, perlu dilakukan peningkatan nilai ekonomi jahe melalui pembuatan sirop jahe dan pembuatan jahe merah serbuk oleh para petani dan UMKM. Umumnya produk olahan jahe mempunyai nilai ekonomi hingga 5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan menjual bahan mentah jahe di pasaran. Dengan lebih tingginya nilai ekonomi jahe merah akan memotivasi para petani untuk meningkatkan produksi jahe merah. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved