Minggu, 12 April 2026

Polisi Bidik Tersangka Baru Kasus Kecelakaan Bus Rombongan Pelajar di Subang

Polda Jabar dan Polres Subang tak tutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus kecelakaan maut bus Trans Putera Fajar di Ciater, Subang, Jawa B

|
Penulis: Agis Priyani | Editor: fitriadi
Tribunnews
Polda Jabar dan Polres Subang bakal bidik tersangka lain dalam kasus kecelakaan Bus Trans Putera Fajar di Ciater, Subang, Jawa Barat. 

BANGKAPOS.COM - Polda Jabar dan Polres Subang tak tutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus kecelakaan maut bus Trans Putera Fajar di Ciater, Subang, Jawa Barat.

Sebelumnya, Polisi telah menetapkan sopir bus Putera Fajar sebagai tersangka kecelakaan maut yang menewaskan belasan orang di Jalan Raya Ciater, Subang, Jawa Barat.

Polisi tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru.

Kecelakaan Bus Subang
Polda Jabar dan Polres Subang bakal bidik tersangka lain dalam kasus kecelakaan Bus Trans Putera Fajar di Ciater, Subang, Jawa Barat.

"Kami masih terus melakukan pendalaman, pemeriksaan, dan tidak menutup kemungkinan akan adanya tersangka-tersangka lain," kata Dirlantas Polda Jabar Kombes Wibowo, Selasa (14/5/2024).

Terkait penetapan tersangka sopir bus bernama Sadira, Wibowo menegaskan penetapan itu telah sesuai dengan aturan.

Wibowo mengatakan hasil olah TKP menunjukkan bahwa Sadira tidak menggunakan fungsi rem saat kecelakaan terjadi.

"Dari tiga langkah ini kita mendapatkan hasil. Yang pertama, dari hasil olah TKP yang kita lakukan bahwa di TKP tidak ditemukan bekas pengereman. Yang hanya ada tanda gesekan antara bus dengan aspal. Artinya bahwa kendaraan pada saat melaju sampai terjadinya kecelakaan sama sekali tidak menggunakan fungsi rem," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Sadira maupun saksi lainnya, polisi mendapat keterangan bahwa tersangka mengetahui ada masalah pada fungsi rem bus.

Sadira bahkan sempat meminta mekanik memperbaiki rem.

"Dibuktikan bus ini dicoba untuk diperbaiki remnya, yang pertama di Tangkubanparahu dilakukan oleh mekanik Saudara Nana, yang dipanggil oleh Saudara Firman atas permintaan pengemudi. Perbaikan yang dilakukan adalah memperkecil jarak atau celah kanvas rem. Setelah melaju, permasalahan muncul di rumah makan Bang Jun, dicoba kembali perbaikan langsung oleh kernet dan pengemudi mencoba memperbaiki kampas rem dengan meminjam sil kepada pengemudi lain, tapi karena sil tidak sesuai ukuran, sehingga perbaikan itu tidak jadi dilakukan dan pengemudi tetap melanjutkan perjalanan sampai akhirnya terjadi kecelakaan lalu lintas," ungkapnya.

Penyebab Kecelakaan Bus Trans Putera Fajar 

1 Oli keruh sudah lama tak diganti

2. Adanya campuran air dan oli didalam kompresor, harusnya ada udara saja. Hal ini terjadi karena ada kebocoran Oli

3. Jarak antara kampas rem dibawah standar yakni 0,3 mm seharusnya minimalnya di 0,45mm

4. Terjadi kebocoran di dalam ruang relaypart dan sambungan antara relaypart dengan booster, karena adanya komponen yang sudah rusak sehingga saluran tidak tertutup rapat, sehingga menyebabkan kekurangan tekanan.

Sebelumnya Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat (Jabar) bersama Polres Subang menggelar jumpa pers, Selasa (14/5/2024) dini hari WIB terkait penyebab kecelakaan Bus Trans Putera Fajar di Ciater, Subang, Jawa Barat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved