Para Sosok Baru yang Tempati Posisi Komisaris BUMN, Gerindra Tempatkan 4 Kadernya, PSI Satu
Partai Gerindra menempatkan empat kadernya di posisi komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: Dedy Qurniawan
Siti Nurizka Puteri, politisi Gerindra dan Anggota Komisi III DPR, harus mengundurkan diri dari jabatannya sebelum diangkat sebagai Komisaris PT Pupuk Sriwijaya Palembang.
Arya menegaskan bahwa tidak mungkin ada komisaris BUMN yang merangkap jabatan sebagai anggota DPR.
"Enggak boleh pengurus partai politik, enggak boleh Anggota DPR, enggak mungkin dong, beliau sudah mengundurkan diri. Dan beliau itu dulu di Komisi III," jelas Arya.
Penunjukan yang Sesuai Kebutuhan
Arya mengungkapkan bahwa penunjukan Siti Nurizka Puteri sebagai Komisaris PT Pupuk Sriwijaya Palembang telah sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan.
Dengan latar belakang hukum, Siti Nurizka diharapkan dapat memperkuat pengawasan di perusahaan tersebut.
Arya juga mengungkapkan, penunjukkan Siti Nurizka Puteri menjadi Komisaris di PT Pupuk Sriwijaya Palembang telah sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan.
Menurutnya, Siti Nurizka yang memiliki latar belakang di bidang hukum, disebut dapat memperkuat pengawasan di perusahaan.
"Jadi saya rasa pengawasan di komisaris itu juga ada bagian untuk hal-hal seperti itu. Pahamlah beliau, apalagi sudah tahu seluk-beluk hukum, dan sebagainya. Dan penguatan di Pupuk Sriwidjaja juga," pungkasnya.
Bantahan Bagi-bagi Jabatan
Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah bahwa penunjukan kader Gerindra sebagai komisaris BUMN merupakan tindakan bagi-bagi jabatan.
Dia menyebut khususnya untuk dua kadernya yakni Simon dan Fuad hanya ditunjuk untuk bertugas sebagai komisaris yang masih kosong.
"Tentunya kita melihat bahwa komisaris di satu BUMN itu bukan cuma satu, komisaris di BUMN itu ada beberapa, direksinya juga ada beberapa, jadi kalau dibilang bagi-bagi jabatan, ya tentunya itu kan yang ada dibagi-bagi," kata Dasco.
Ia menyatakan dua kader itu ditunjuk untuk dapat membantu BUMN. Menurutnya, kadernya itu memiliki kapasitas yang dibutuhkan oleh kementerian yang dipimpin Erick Thohir tersebut.
"Ini kan dimasukkan satu untuk kemudian ikut bersama-sama bagaimana membesarkan BUMN yang ada, dengan kapasitas dan keilmuan yang dimiliki oleh calon yang dimasukkan," ungkapnya.
| Fraksi Gerindra Tegaskan LKPJ Gubernur Babel 2025 Harus Dievaluasi, SILPA Besar Jangan Anggap Biasa |
|
|---|
| Bupati Tulungagung Kena OTT KPK : Simak Biodata Gatut Sunu Wibowo, Partai, Pendidikan dan Kasusnya |
|
|---|
| Gerindra Sindir PDIP 'Caper' Soal Anggaran Makan Bergizi: Dulu Setuju di DPR, Kok Sekarang Ribut? |
|
|---|
| Prabowo Didukung Dua Periode, Posisi Gibran Diperdebatkan Partai Koalisi |
|
|---|
| Fraksi Gerindra Tolak Mekanisme Penunjukan Ketua RT/RW di Pangkalpinang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220414-Gedung-Kementerian-BUMN-komisaris-BUMN.jpg)