Selasa, 21 April 2026

Kenali Asal-usul dan Gejala Monkeypox Atau Cacar Monyet, Beserta Cara Penularannya ke Manusia

Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus wabah Mpox tersebut kian meluas di lebih dari 70 negara.

360nobs.com
Kenali Asal-usul dan Gejala Monkeypox Atau Cacar Monyet, Beserta Cara Penularannya ke Manusia 

BANGKAPOS.COM-- Virus cacar monyet atau Monkeypox (Mpox) belakangan jadi sorotan masyarakat.

DiketahuiWorld Health Organization (WHO) menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus wabah Mpox tersebut kian meluas di lebih dari 70 negara.

Situasi ini dinilai sudah memasuki syarat sebagai keadaan darurat global.

Status keadaan darurat Kesehatan global ini dirancang WHO untuk membunyikan alarm bahwa respons internasional yang terkoordinasi diperlukan dan dapat membuka pendanaan serta upaya global untuk berkolaborasi dalam berbagi vaksin dan perawatan.

Melansir dari Associated Press (AP), Tedros membuat keputusan menjadikan cacar monyet sebagai keadaan darurat kesehatan global di tengah kurangnya konsensus di antara para ahli yang bertugas di komite darurat badan kesehatan PBB.

“Kami memiliki wabah yang telah menyebar ke seluruh dunia dengan cepat melalui mode penularan baru yang kami pahami terlalu sedikit dan yang memenuhi kriteria dalam peraturan kesehatan internasional,” kata Tedros.

 Tedros menyebut ini bukanlah proses yang mudah dan langsung menuai perbedaan pandangan di antara para anggota komite.

Keadaan darurat global adalah tingkat kewaspadaan tertinggi WHO, tetapi penunjukan tersebut tidak berarti suatu penyakit sangat menular atau mematikan.

Sementara itu Kepala Kedaruratan WHO, Dr. Michael Ryan, mengatakan Direktur Jenderal WHO membuat keputusan memasukkan cacar monyet ke dalam kategori darurat kesehatan global agar komunitas gobal menganggap serius wabah saat ini.

Meskipun cacar monyet telah ditemukan di beberapa bagian Afrika tengah dan barat selama beberapa dekade, penyakit ini tidak pernah memicu wabah besar di luar benua tersebut atau menyebar luas di antara orang-orang hingga Mei kemarin.

Lantas, sebenarnya apa itu virus cacar monyet, asal usulnya dan apakah bisa menular?

Virus cacar monyet

Dikutip dari laman Kemenkes, penyakit cacar monyet pertama kali ditemukan pada 1958.

Kasus temuan cacar monyet itu berada di Denmark, ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga dinamakan 'monkeypox'.

Sedangkan untuk kasus pertama cacar monyet pada manusia (anak-anak) terjadi pada 1970.

Cacar monyet merupakan penyakit zoonosis, yaitu menular dari hewan kepada manusia.

Infeksi cacar monyet telah ditemukan pada banyak spesies hewan, di antaranya monyet, tikus Gambia, tupai, dan inang utama dari virus ini adalah rodent atau tikus.

Gejala cacar monyet

Kondisi bocah Afrika yang badannya terserang virus cacar monyet atau monkeypox.
Juru bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril memaparkan gejala cacar monyet yang tampak dari hari ke hari.

Syahril menjelaskan masa inkubasi cacar monyet terjadi kurang lebih selama 5-13 hari atau 5-21 hari.

Gejala cacar monyet dari hari ke hari sendiri terbagi menjadi dua periode, yakni periode masa invasi selama 0-5 hari dan masa erupsi 1-3 hari.

1. Masa invasi (0-5 hari)

Masa invasi cacar monyet atau monkeypox berlangsung selama kurang lebih 0-5 hari.

Selama masa invasi, penderita akan merasakan gejala berupa demam tinggi, sefalgia atau sakit kepala berat, dan limfadenopati atau pembesaran kelenjar getah bening/limfe.

Bukan hanya itu, penderita juga umumnya merasakan gejala myalgia atau nyeri otot, serta astenia atau badan lemas.

"Ini yang khasnya, yaitu demam tinggi, kemudian sakit kepala yang berat, dan ada benjolan pembesaran kelenjar limfe di leher, ketiak, atau selangkangan, dan ada sakit-sakit otot termasuk pegal-pegal," terang Syahril.

2. Masa erupsi (1-3 hari)

Masa erupsi terjadi setelah demam selama 1-3 hari dan ditandai dengan munculnya ruam-ruam pada kulit.

Syahril menyampaikan, ruam paling banyak terjadi pada wajah, yaitu sekitar 95 persen.

Selain itu, ruam juga terjadi di telapak tangan dan kaki (75 persen), mukosa (70 persen), alat kelamin (30 persen), serta selaput lendir mata (20 persen).

Cacar monyet merupakan zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Oleh karena itu, transmisi atau penularan pun dapat terjadi antar hewan, hewan ke manusia, atau sesama manusia.

"Jadi monkeypox itu bisa menular dari hewan ke hewan, kemudian juga dari hewan ke manusia," ujar Syahril.

Penularan cacar monyet

Lantas seperti apa dan bagaimana cara penularan cacar monyet?

Cacar monyet ternyata dapat menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

Bahkan menyentuh pakaian ataupun seprai yang terkontaminasi dan dipakai bersama juga bisa menularkan.

Selain itu, virus cacar monyet bisa menular lewat etetsan pernapasan apabila orang terinfeksi memiliki luka di tenggorokan atau mulutnya.

Tak hanya menular dari manusia ke manusia, penyakit cacar monyet juga bisa menular dari hewan ke manusia.

Mengutip Kompas.com, berikut ini cara penularan cacar monyet

Transmisi dari manusia ke manusia

Kontak langsung, lewat mukosa, lesi kulit, darah, cairan tubuh

- Saluran napas, kontak erat dalam waktu yang lama

- Penularan ibu ke bayi lewat plasenta

- Inokulasi, lewat mikrolesi pada kulit misalnya goresan atau gigitan

Transmisi dari hewan ke manusia

- Kontak langsung dengan darah hewan,seperti monyet, tikus, ataupun tupai

- Cairan tubuh

- Lesi kulit atau mukosa hewan terinfeksi

- Daging hewan liar yang terinfeksi

(Bangkapos.com/Vigestha Repit/Kompas.com/Tribun Medan)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved