Tribunners

HR Analytics sebagai Ujung Tombak Pencapaian Perusahaan

HR analytics merupakan praktik atau proses pengumpulan, penganalisisan, serta pelaporan data human resources atau sumber daya manusia

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Grace Reza, S.S.T. - Mahasiswa Magister Manajemen FEB Universitas Bangka Belitung 

Oleh: Grace Reza, S.S.T. - Mahasiswa Magister Manajemen FEB Universitas Bangka Belitung

SUMBER daya manusia merupakan aset yang sangat penting bagi suatu perusahaan sebab mereka berperan penting dalam melakukan perencanaan, kebijakan, strategi, produksi, serta aktivitas lain yang kinerjanya menentukan perkembangan perusahaan. Di sisi lain, kemajuan teknologi menyebabkan lingkungan bisnis berubah makin dinamis yang mendorong perusahaan harus bersaing kompetitif sehingga kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten juga meningkat.

Saat ini, Human Resources atau HR menjadi divisi yang penting dan dikenal oleh semua karyawan. Bukan hanya bertugas seputar administrasi dan pengelolaan karyawan dari masuk sampai dengan keluar, HR juga memiliki tugas lain yang tak kalah penting, yakni analisis data atau yang lebih populer disebut HR analytics. 

HR Analytics dapat menjadi tools bagi HR untuk dapat mengelola sumber daya manusia dengan efektif dan efisien sehingga HRD dan manajemen dapat bersama-sama membuat suatu keputusan strategis demi keberlangsungan perusahaan. Analisis tersebut juga membutuhkan landasan data dan informasi yang valid dan sesuai sehingga dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan terkait SDM secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Bukan hanya sekadar insting atau intuisi.

Lalu, apa itu HR analytics dan apa saja manfaatnya ? Untuk lebih lengkapnya, mari ikuti pembahasan di bawah ini.

Tentunya belum semua orang familier dengan istilah tersebut. HR analytics merupakan praktik atau proses pengumpulan, penganalisisan, serta pelaporan data human resources atau sumber daya manusia. Nyatanya sebagian besar perusahaan menyimpan banyak data dan informasi karyawan, namun menjadi tidak berarti apa-apa tanpa pengolahan dan analisis yang tepat.

Secara sederhananya, HR analytics dilakukan untuk mendapatkan keputusan lebih baik melalui proses mengumpulkan dan menganalisis data seputar HRD dan SDM guna meningkatkan kinerja karyawan. Metode analisis data ini mengambil data yang dikumpulkan secara rutin oleh HRD dan mengorelasikannya dengan tujuan perusahaan. 

HR analytics harus didukung dengan data yang valid agar dapat digunakan sebagai perbaikan dan perencanaan yang lebih efektif untuk masa depan perusahaan. Ketika digunakan secara strategis, hasil analisis tersebut dapat mengubah cara HRD beroperasi melalui wawasan yang akan berkontribusi pada keuntungan perusahaan. Contohnya, proses rekrutmen menjadi makin bagus, perusahaan memiliki manajemen kinerja yang efektif dan retensi karyawan lebih baik. Perkembangan teknologi yang ada saat ini juga dapat mempermudah dan mempercepat proses pengumpulan maupun analisis data. 

Lalu apa saja manfaat penggunaan HR analytics oleh HR? Dengan perkembangan bisnis yang dinamis, keberadaan HR analytics digadang-gadang mampu meningkatkan performance perusahaan. Bahkan, siap untuk menghadapi persaingan yang ketat di dunia bisnis. Mengurangi turnover karyawan, melaksanakan proses rekrutmen dengan baik, pemetaan jenjang karier, dan menjadi dasar pertimbangan perusahaan dalam mengambil arah kebijakan merupakan beberapa manfaat jika HR analytics dilakukan dengan baik.

Kemudian bagaimana cara optimalisasi data analytics? Kualitas data akan memengaruhi hasil keputusan yang diambil melalui HR analytics. Sebab tanpa data yang berkualitas, HRD tidak mampu melakukan analisis dengan baik. Untuk memastikan data benar-benar bagus, tim HRD perlu melakukan pendekatan sistematis terkait data karyawan  dan bagaimana pengaruhnya terhadap bisnis perusahaan. Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk optimalisasi HR data analytics yaitu standardisasi data, menggunakan informasi terkini dan penggunaan software HRD (HRIS) untuk membantu pendataan.

Contoh Penerapan

Penerapan sistem HR analytics di berbagai perusahaan Indonesia yang bergerak di sektor manufaktur sudah berjalan baik dan maju dikarenakan penerapan sistem ini dapat mempermudah bagian divisi sumber daya manusia dalam melakukan pengawasan dan mengontrol karyawan lebih tepat dan efisien.

Alden Nelson, Mualifah Nurhidayati dkk dalam jurnal berjudul “Penerapan Sistem HR Analytics di Berbagai Perusahaan di Indonesia yang Bergerak di Industry Manufaktur” tahun 2023 menjelaskan contoh perusahaan manufaktur yang menerapkan HR analytics. PT Semen Padang dengan pengelolaan menggunakan strategi HCMP (Human Capital Master Plan) yang mengoptimalkan pengelolaan pada SDM yang dimilikinya dengan berfokus pada terwujudnya tenaga kerja yang berkompeten yang mengelola seluruh data SDM seperti akuisisi, pengembangan dan retensi. Aplikasi yang digunakan oleh PT Semen Padang ini berupa ERP (Enterprise Resource Planning) & SAP (System Applications and Products) yang mengelola bidang Organization Management, Time Management, People Development dan lainnya (Cuandra et al.,2022). 

PT Pindad yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur yang memproduksi produk militer dan komersial Indonesia juga menggunakan untuk pengelolaan administrasi karyawan. Terlebih karena karyawan pada PT Pindad berjumlah sekitar 3.000 orang sehingga pengajuan cuti yang cukup tinggi dan harus diatur dengan baik, agar tidak bertabrakan dan pekerjaan bisa di-cover oleh rekannya, dan juga pengedaran informasi yang cukup sulit untuk didistribusikan mengingat banyaknya karyawan dan besarnya tempat perusahaan sehingga PT Pindad memutuskan untuk menerapkan HRIS. (Nurdianti & Hendriyani, 2021).

Penerapan HR analytics nyatanya tidak selalu mudah. Banyak perusahaan belum siap untuk mengadopsi HR analytics, dan mereka yang siap pun masih menghadapi beberapa hambatan. Ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam penerapan HR analytics di perusahaan (Opatha, 2020). Kurangnya pengetahuan dan keahlian yang dimiliki HR dalam melakukan analisis data, masalah privasi dan izin dalam penggunaan data karyawan, kurangnya dukungan dari manajemen atas. 

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved