Rabu, 6 Mei 2026

Tribunners

Adiksi HP Berisiko Mengancam Kesehatan Anak

Daripada memberikan anak HP, lebih baik orang tua memberikan waktunya untuk mengajak berbicara anak-anaknya

Tayang:
Editor: suhendri
ISTIMEWA
Chairul Aprizal - Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku UPT Puskesmas Airbara 

Bahwa anak-anak yang kecanduan HP baik masih dalam MPASI atau usia sekolah dasar akan mengurangi interaksi sosialnya. Kecanduan HP ini juga berdampak terganggunya interaksi sosial pada orang dewasa. Anak-anak yang terganggu interaksi sosialnya akan menjadi anak-anak yang mudah marah, kurang berkomunikasi, penyendiri, dan sering melamun.

Anak-anak yang kerjaannya bermain HP seharian mengurangi kesempatannya untuk berinteraksi sosial dengan orang-orang terdekatnya. Padahal, interaksi sosial itu penting untuk meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan dan sosial masyarakat. Jurnal Azivah Zahrianis, dkk (2024) membuktikan kalau anak-anak yang tinggal di kompleks sepi dan jarang berinteraksi sosial menjadikannya anak yang introvert, pendiam, susah bergaul, dan kurang peduli. 

Pola pengasuhan terbaik untuk mencegah anak bermain HP adalah memberikan waktu bersama orang tuanya untuk berkomunikasi. Berkomunikasi dengan orang tua mampu mencegah anaknya bermain HP. Komunikasi antara orang tua dan anak terbukti dapat meningkatkan kecerdasan anak. 

Dalam jurnal Salma Rozana, dkk (2019),  menjelaskan perkembangan kognitif anak usia dini dipengaruhi oleh faktor hereditas dan lingkungan. Pada faktor lingkungan salah satu yang dapat meningkatkan perkembangan kognitif adalah hubungan sehat antara orang tua dan anak. Hubungan yang dibangun lewat komunikasi atau interaksi dapat membangun kepekaan anak untuk membentuk karakternya menjadi manusia yang peka dan dapat berinteraksi sosial dengan baik kepada siapa pun nantinya.

Daripada memberikan anak HP, lebih baik orang tua memberikan waktunya untuk mengajak berbicara anak-anaknya atau sekadar mengajaknya bermain bersama. Hilangkan rasa malas untuk hal instan yang diberikan kepada anak, cobalah untuk lebih mengorbankan dan melibatkan diri sendiri supaya dapat berperan sebagai orang tua. 

Memberikan HP kepada anak jangan jadi jalan ninja dalam mengasuh anak. Apalagi anak-anak yang diberikan HP, tidak diberikan bekal literasi yang cukup untuk anak. Literasi yang dimaksud adalah literasi digital yang membuat anaknya memahami penggunaan HP tidak boleh berlebihan atau disalahgunakan.

Bagi anak yang sudah kecanduan (adiksi) HP kadang sulit sekali untuk melarangnya berhenti bermain HP. Caranya adalah dengan membatasi waktunya bermain HP. Batasi waktu anak menggunakan HP jangan melebihi waktu aktivitas hariannya. Banyak dokter dan ahli merekomendasikan anak-anak hanya boleh bermain HP 1 sampai 2 jam saja sehari tidak lebih. Pentingnya peran orang tua untuk bisa memberikan waktunya untuk bermain, belajar, dan berkumpul bersama anak dalam setiap harinya. 

Lebih baik mencegahnya sekarang daripada anak tumbuh tidak terarah tanpa pengasuhan orang tua yang baik. HP tidak pernah jadi solusi untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan anak. HP hanya menjadi media atau alat untuk membantu manusia mendapatkan informasi lebih cepat dan mudah, bukan sebagai media pengasuhan. Adiksi HP dapat mengancam kesehatan anak, baik kesehatan fisik maupun mental. Lebih jauh dari itu HP dapat mengurangi kemampuannya untuk berinteraksi sosial. (*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved