Ramadhan 1446 H
Kenapa Sopir Diperbolehkan Tidak Berpuasa Ramadhan, Ini Penjelasan Buya Yahya
Menurut Buya Yahya, seseorang yang bepergian lebih dari 80 KM misalnya sopir maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Namun harus bisa menggantinya.
Penulis: Widodo | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM -- Tak terasa Ramadhan 1446 H kurang dari tiga minggu lagi.
Puasa Ramadhan merupakan wajib bagi yang tidak memiliki udzur atau halangan.
Puasa juga merupakan satu di antara rukun Islam.
Ternyata ada beberapa orang yang tidak diwajibkan berpuasa Ramadhan.
Satu di antaranya adalah sopir atau orang yang melakukan perjalanan lebih dari 80 KM.
Lalu mengapa para sopir diperbolehkan tidak berpuasa?
Menurut Buya Yahya, seseorang yang bepergian lebih dari 80 KM, maka diperbolehkan untuk tidak ber puasa.
"Para nelayan dan sopir mobil bus boleh tidak puasa karena bepergian," kata Buya Yahya.
Namun yang terpenting adalah jangan pernah meninggalkan shalatnya.
"Bepergian boleh Anda berbuka puasa meskipun sebenarnya dianjurkan ber puasa takut menqadhanya nanti," sebut Buya Yahya.
Tetapi karena tidak puasa bisa digantikan oleh zikir bagi orang sedang bepergian jauh lebih dari 80 KM.
Golongan Orang yang Wajib Berpuasa Ramadhan
Berikut penjelasan dari ulama Buya Yahya dalam sebuah ceramanya di kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Menurut Buya Yahya, ada 9 golongan orang yang tidak wajib menjalankan puasa Ramadhan atau mereka yang diperbolehkan untuk buka puasa dan hukumnya tidak berdosa.
1. Orang gila
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Hari Ini di Bandung, Cirebon dan Tasikmalaya 29 Ramadhan 1446 H |
|
|---|
| Hukum Orang Tua Bayar Zakat Anak yang Sudah Bekerja, Boleh Atau Dilarang? |
|
|---|
| Jadwal Puasa 28 Ramadhan 2025 di Bangka Barat, Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka |
|
|---|
| Bolehkan Bayar Zakat ke Orang Tua yang Kurang Mampu, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa di Empat Hari Terakhir Ramadhan 1446 H di Kota Pangkalpinang, Babel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Bolehkah-Patungan-Kurban-untuk-Idul-Adha-2024-ini-Penjelasan-Buya-Yahya.jpg)