Sabtu, 18 April 2026

Ramadhan 1446 H

Kenapa Sopir Diperbolehkan Tidak Berpuasa Ramadhan, Ini Penjelasan Buya Yahya

Menurut Buya Yahya, seseorang yang bepergian lebih dari 80 KM misalnya sopir maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Namun harus bisa menggantinya.

Penulis: Widodo | Editor: M Zulkodri
Tribunnews
CERAMAH BUYA YAHYA - Menurut Buya Yahya, seseorang yang bepergian lebih dari 80 KM misalnya sopir maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Namun harus bisa menggantinya. 

BANGKAPOS.COM -- Tak terasa Ramadhan 1446 H kurang dari tiga minggu lagi.

Puasa Ramadhan merupakan wajib bagi yang tidak memiliki udzur atau halangan.

Puasa juga merupakan satu di antara rukun Islam.

Ternyata ada beberapa orang yang tidak diwajibkan berpuasa Ramadhan.

Satu di antaranya adalah sopir atau orang yang melakukan perjalanan lebih dari 80 KM.

Lalu mengapa para sopir diperbolehkan tidak berpuasa?

Menurut Buya Yahya, seseorang yang bepergian lebih dari 80 KM, maka diperbolehkan untuk tidak ber puasa.

"Para nelayan dan sopir mobil bus boleh tidak puasa karena bepergian," kata Buya Yahya.

Namun yang terpenting adalah jangan pernah meninggalkan shalatnya.

"Bepergian boleh Anda berbuka puasa meskipun sebenarnya dianjurkan ber puasa takut menqadhanya nanti," sebut Buya Yahya.

Tetapi karena tidak puasa bisa digantikan oleh zikir bagi orang sedang bepergian jauh lebih dari 80 KM.

Golongan Orang yang Wajib Berpuasa Ramadhan 

Berikut penjelasan dari ulama Buya Yahya dalam sebuah ceramanya di kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Menurut Buya Yahya, ada 9 golongan orang yang tidak wajib menjalankan puasa Ramadhan atau mereka yang diperbolehkan untuk buka puasa dan hukumnya tidak berdosa.

1. Orang gila

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved