Tribunners
Puasa dan Sehat Paripurna
Bahkan ada rekomendasi medis pada penyakit tertentu yang menganjurkan untuk berpuasa sebagai metode pemulihan kesehatan dan detoksifikasi
Oleh: Chairul Aprizal - Anggota PPPKMI atau ISHPE (Indonesian Society for Health Promotor and Educator)
SEKARANG ini adalah bulan di mana seluruh umat Islam menjalankan ibadah puasa, tepatnya bulan Ramadan 1446 Hijriah yang dimulai pada 1 Maret 2025 lalu. Pada bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan untuk tidak makan minum selama kurang lebih 12 jam, mulai dari terbitnya fajar hingga matahari terbenam. Menahan diri dari makan dan minum sudah menjadi salah satu rangkaian ibadah puasa yang harus dijalani oleh umat Islam.
Dalam menjalankan ibadah puasa tentunya akan terjadi perubahan pola makan yang akan ikut memengaruhi kondisi kesehatan. Puasa diyakini dapat meningkatkan imunitas tubuh dan kesehatan. Namun, bukan berarti puasa tidak bisa menurunkan kondisi kesehatan.
Beberapa penelitian telah menunjukkan jika berpuasa baik untuk kesehatan. Bahkan ada rekomendasi medis pada penyakit tertentu yang menganjurkan untuk berpuasa sebagai metode pemulihan kesehatan dan detoksifikasi. Contohnya puasa intermiten, puasa selama beberapa jam, dan puasa yang lebih panjang. Mendengar kisah pada masa Rasulullah bahwa ada seorang dokter bernama Haris bin Kaldah menyebutkan, "Lambung adalah rumah penyakit, dan puasa adalah pangkal segala obat". "Puasalah, niscaya kamu akan sehat" (HR. Al-Thabrani).
Para ahli di bidang kesehatan sependapat jika puasa memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Dengan berpuasa akan menjaga kesehatan fisik dan mental dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengontrol gula darah, dan meningkatkan fungsi otak. Kesehatan paripurna dapat tercapai dengan cara menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Puasa bermanfaat pada kesehatan fisik. Selama berpuasa akan terjadinya perubahan metabolisme tubuh. Seperti penjelasan pada jurnal Binti Khoirur Rofiah, dan Syamsurizal Yasid (2025) bahwa salah satunya dapat meningkatkan sensitivitas insulin yang berperan mengatur kadar gula darah. Proses ini merangsang autophagy, yakni mekanisme di mana sel tubuh membersihkan diri dari polutan dan sel-sel yang sudah mati, yang pada gilirannya mendukung peremajaan sel dan memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit.
Perspektif kesehatan mengenai manfaat puasa pada kesehatan fisik. Pertama, Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pada saat berpuasa tubuh yang tidak melakukan aktivitas pencernaan tidak hanya membersihkan dari racun atau terhindar dari zat-zat berbahaya (bakteri, jamur, dan sebagainya), tetapi juga dapat memproduksi lebih banyak sel kekebalan yang sehat. Puasa dapat memperkuat pertahanan tubuh terhadap infeksi dan penyakit melalui proses regenerasi sel imun yang rusak, dan mengurangi peradangan.
Puasa mengontrol gula darah. Kadar kolesterol jahat (LDL) berpotensi turun dan mengendalikan tekanan darah tetap stabil dengan berpuasa. Kondisi yang mana tekanan darah normal dan lemak jahat turun dapat membantu kinerja jantung lebih baik dan sehat. Kinerja jantung yang sehat mencegah risiko terkena serangan jantung.
Puasa dapat menurunkan berat badan. Apabila berpuasa dimulai dengan mengonsumsi makanan yang baik tidak mengandung lemak/minyak tinggi, makanan manis berlebihan, dan makanan tinggi garam bisa membantu memperbaiki berat badan berlebih. Tetapi harus diimbangi dengan asupan makanan yang sehat dan berolahraga teratur.
Selama puasa juga dapat mengurangi peradangan dalam tubuh. Apabila sistem imun sedang diserang oleh penyakit, maka akan mengalami peradangan pada tubuh sebagai proses yang wajar. Dan peradangan yang terus-terusan akan mengakibatkan berbagai penyakit lain yang membuat kondisi tubuh menurun/tidak nyaman.
Dalam keadaan berpuasa, tubuh tidak melakukan proses metabolisme karena tidak adanya makanan atau minuman yang masuk, termasuk meminimalisasi virus atau bakteri yang masuk bersamaan dengan makanan. Dengan demikian, sistem imun tidak bekerja untuk melawan penyakit melainkan mendapat kesempatan untuk meregenerasi sel-selnya yang rusak.
Puasa dapat memperbaiki fungsi otak dan mental. Dikutip dari umsida.ac.id (8 Maret 2025), secara ilmiah dapat dibuktikan bahwa orang yang berpuasa dapat meningkatkan produksi protein yang dikenal sebagai brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yang berfungsi untuk melindungi sel-sel otak dari kerusakan. Orang yang berpuasa juga dapat meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan fungsi kognitif, terutama pada orang lanjut usia. Hasil kajian tersebut memberikan bukti manfaat berpuasa terhadap kesehatan manusia dalam bentuk fisik, belum lagi pada aspek mental (jiwa) dan perilaku (dikenal dengan aspek humanitas), maupun lingkungan (kehidupan sosial).
Namun, puasa bisa memperburuk kesehatan jika tidak memperhatikan pola makan dan gaya hidup yang tepat. Maka sangat penting untuk menjaga asupan makanan nutrisi dan cairan yang cukup, serta menghindari kebiasaan buruk saat berpuasa. Salah satunya, berpuasa tentu berisiko mengakibatkan dehidrasi karena harus menahan diri dari minum selama seharian penuh. Tubuh yang tidak mendapatkan cairan yang cukup sehingga menimbulkan dehidrasi dapat mengakibatkan sakit kepala yang akan mengganggu aktivitas sehari-hari selama berpuasa.
Setidaknya agar puasa lancar dan sehat maka perlu menghindari kebiasaan tidak makan sahur. Selain sebagai sunah muakkadah, sahur juga dalam pandangan kesehatan sangat baik untuk mempersiapkan diri agar berpuasa lancar tidak mengalami dehidrasi selama menjalankannya. Makan sahur untuk mencegah asam lambung, kasar gula darah menurun (hipoglikemia), energi menurun, dan berat badan turun drastis.
Puasa yang tidak sehat jika mengonsumsi makanan berlebihan saat berbuka puasa. Makan gula dan lemak berlebihan bisa mengakibatkan tubuh menjadi lemas dan lesu untuk keesokan harinya. Hindari juga makanan yang tinggi garam karena bisa membuat tubuh menjadi mudah lelah dan haus. Dan minuman tinggi kafein seperti teh, kopi, dan minuman bersoda juga memiliki efek diuretik yang merangsang keluarnya air lebih cepat melalui urine sehingga ujungnya tubuh lebih cepat dehidrasi juga.
| Totalitas Berliterasi: Luruskan Niat, Kuatkan Komitmen |
|
|---|
| Sistem Pemilihan dan Tantangan Mendasar Partai Politik Indonesia |
|
|---|
| Masa Depan Koperasi Desa Merah Putih dan Harapan Baru Ekonomi Desa |
|
|---|
| Merayakan Hari Jadi Daerah dengan Puisi |
|
|---|
| Tahun Baru, Luka Lama: Amerika, Venezuela, dan Kekerasan yang Dinormalkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250308_-Chairul-Aprizal.jpg)