Tribunners
Garuda Mendarat di Langit Timur: Transformasi Pendidikan atau Jejak Elitisme Baru?
Berita adanya Sekolah Garuda ini bagi masyarakat menyambutnya antara bangga dan cemas.
Masa depan Babel ke mana arahnya?
Adanya Sekolah Garuda ini sebagai alternatif lain bagi pilihan murid bersekolah. Namun, setidaknya bisa merangkul kebutuhan mendasar lokal. Masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung tidak bisa terus-menerus bergantung pada hasil tambang timah saja. Masa depan sesungguhnya berada di pariwisata yang berkelanjutan, pertanian cerdas, dan teknologi yang berbasis lokal. Sebagusnya STEM-lah yang mampu menjadi penggeraknya kelak. Tetapi Garuda harus menarik seluruh gerbong pendidikan lokal terlebih dahulu, bukan terbang sendiri.
Akhirnya, apakah waktunya sudah tepat? Jawabannya tergantung pada niat dan strategi implementasi Sekolah Garuda. Bila kehadirannya dibarengi upaya pemerataan dan afirmasi, maka ini adalah momentum emas bagi masyarakat Bangka Belitung.
Tetapi jika dibiarkan berdiri sendiri jawabannya jelas, belum saatnya. Terkenang ucapan Bapak Pendidikan kita bahwa “Pendidikan harus mengangkat martabat manusia, bukan hanya mencetak angka-angka”. Sebab Garuda telah mendarat, tetapi pertanyaannya sekarang, Apakah kita semua siap terbang bersama? (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250414_Tuti-Erawati.jpg)