Minggu, 10 Mei 2026

Harta Kekayaan Pejabat

Harta Kekayaan Bimo Wijayanto, Disebut Bakal Jadi Dirjen Pajak, Tak Punya Utang

Bimo Wijayanto tercatat terakhir kali melaporkan ke LHKPN KPK pada 15 Maret 2022/Periodik 2021 dengan nilai Rp. 6.670.000.000

Tayang:
Tribunnews/Taufik
DIRJEN PAJAK - Bimo Wijayanto disorot usai ditunjuk untuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak). Bimo Wijayanto tercatat terakhir kali melaporkan ke LHKPN KPK pada 15 Maret 2022/Periodik 2021 dengan nilai Rp. 6.670.000.000 

Dari sisi pendidikan, Bimo memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia meraih gelar Ph.D dari University of Canberra, MBA dari University of Queensland, serta Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sebelum aktif di sektor korporasi, Bimo memiliki rekam jejak panjang sebagai pejabat publik dan perumus kebijakan:

Asisten Deputi Investasi Strategis pada Kedeputian Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Kemenko Maritim dan Investasi, di bawah kepemimpinan Luhut Binsar Pandjaitan

Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP) pada Kedeputian Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Budaya, dan Ekologi Strategis, periode 2016–2020

Bimo juga dikenal sebagai salah satu alumni terbaik SMA Taruna Nusantara, angkatan 1995. Ia satu angkatan dengan sejumlah tokoh nasional, seperti:

Agung Wicaksono (Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN)

Mega Satria (Direktur Keuangan Pelindo)

Donald Panggabean (Direktur di Otoritas Jasa Keuangan/OJK)

Dengan latar belakang pendidikan internasional dan pengalaman lintas sektor, Bimo Wijayanto disebut-sebut sebagai figur yang potensial untuk memimpin Direktorat Jenderal Pajak di era pemerintahan baru.

Riwayat Pendidikan Bimo Wijayanto

Bimo Wijayanto menempuh pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia kemudian melanjutkan studi magister dan meraih gelar MBA dari The University of Queensland, Australia. Puncaknya, Bimo berhasil meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dari University of Canberra, dengan fokus penelitian pada kebijakan perpajakan.

Karier Bimo di pemerintahan terbilang panjang dan lintas sektor.

Ia pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian II di Kantor Staf Presiden (KSP), serta menjabat sebagai Asisten Deputi Investasi Strategis di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, saat kementerian tersebut dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

Namun, akar profesional Bimo sesungguhnya berada di bidang perpajakan. Ia mengawali pengabdiannya sebagai pegawai Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), dan sejak saat itu, konsisten terlibat dalam berbagai inisiatif kebijakan perpajakan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved