Harta Kekayaan Pejabat
Harta Kekayaan Bimo Wijayanto, Disebut Bakal Jadi Dirjen Pajak, Tak Punya Utang
Bimo Wijayanto tercatat terakhir kali melaporkan ke LHKPN KPK pada 15 Maret 2022/Periodik 2021 dengan nilai Rp. 6.670.000.000
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Dedy Qurniawan
Dari sisi pendidikan, Bimo memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia meraih gelar Ph.D dari University of Canberra, MBA dari University of Queensland, serta Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sebelum aktif di sektor korporasi, Bimo memiliki rekam jejak panjang sebagai pejabat publik dan perumus kebijakan:
Asisten Deputi Investasi Strategis pada Kedeputian Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Kemenko Maritim dan Investasi, di bawah kepemimpinan Luhut Binsar Pandjaitan
Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP) pada Kedeputian Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Budaya, dan Ekologi Strategis, periode 2016–2020
Bimo juga dikenal sebagai salah satu alumni terbaik SMA Taruna Nusantara, angkatan 1995. Ia satu angkatan dengan sejumlah tokoh nasional, seperti:
Agung Wicaksono (Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN)
Mega Satria (Direktur Keuangan Pelindo)
Donald Panggabean (Direktur di Otoritas Jasa Keuangan/OJK)
Dengan latar belakang pendidikan internasional dan pengalaman lintas sektor, Bimo Wijayanto disebut-sebut sebagai figur yang potensial untuk memimpin Direktorat Jenderal Pajak di era pemerintahan baru.
Riwayat Pendidikan Bimo Wijayanto
Bimo Wijayanto menempuh pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ia kemudian melanjutkan studi magister dan meraih gelar MBA dari The University of Queensland, Australia. Puncaknya, Bimo berhasil meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dari University of Canberra, dengan fokus penelitian pada kebijakan perpajakan.
Karier Bimo di pemerintahan terbilang panjang dan lintas sektor.
Ia pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian II di Kantor Staf Presiden (KSP), serta menjabat sebagai Asisten Deputi Investasi Strategis di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, saat kementerian tersebut dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan.
Namun, akar profesional Bimo sesungguhnya berada di bidang perpajakan. Ia mengawali pengabdiannya sebagai pegawai Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), dan sejak saat itu, konsisten terlibat dalam berbagai inisiatif kebijakan perpajakan.
| Jadi Penasihat Khusus Presiden, Intip Koleksi Mobil Mewah dan Harta Kekayaan Hasan Nasbi |
|
|---|
| Mengintip Harta Kekayaan Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai yang Terseret Kasus Suap |
|
|---|
| Mengintip Kekayaan Grace Natalie, Komisaris MIND ID Miliki Aset Tembus Rp31 Miliar |
|
|---|
| Punya 17 Aset Tanah dan Mobil Mewah, Segini Kekayaan Menteri PPPA Arifah Fauzi yang Jadi Sorotan |
|
|---|
| Profil Dudung Abdurrahman, Eks KSAD yang Jadi KSP, Punya Harta Rp 13,3 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250521-DIRJEN-PAJAK.jpg)