Tribunners
Pembelajaran Deep Learning Vs Brain Rot
Pada dasarnya, brain rot berkaitan dengan mental dan kognisi individu, namun gejala ini menjadi kolektif sebab dialami mayoritas generasi kini.
Kita semua berharap kebijakan pendidikan berupa kurikulum maupun konsep pembelajaran dalam upaya pengembangan lainnya bukan didasarkan kepentingan politis, namun benar-benar dilandasi telaah yang matang, kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Pemerintah harus benar-benar memahami kondisi di lapangan. Merinci setiap langkah yang harus dilakukan agar guru tidak kesulitan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Selain itu, pemerintah juga harus menjamin kenyamanan dan keberlangsungan pendidikan dengan ketersediaan sarana prasarana dan peningkatan kesejahteraan guru. Melakukan upaya terpadu dalam mengurangi hambatan dalam pembelajaran. Ini belum termasuk ulasan penerapan pembelajaran berbasis AI seperti yang gaungkan wakil presiden secara masif. Sikap optimistis harus terus dibangun tanpa mengabaikan proses dan kesiapan.
Namun, terlalu dini untuk menyimpulkan relevansi konsep pembelajaran deep learning dengan fenomena brain rot. Hasil dari pendidikan membutuhkan proses dan alur yang panjang, tidak dapat kita rasakan dalam jangka waktu yang singkat, penyesuaian harus terus dilakukan di tengah tantangan dan derasnya arus perubahan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20230622_Harimansyah-SMAN-1-Namang.jpg)