Senin, 20 April 2026

Tribunners

Kami Bangga di IAIN dan Siap Jadi Guru Agama Islam, Titik?

Ternyata lembaga pendidikan guru kerap kali bukan tujuan utama bagi anak-anak hebat di negeri ini.

Editor: suhendri
Istimewa/Dok. Wahyudin Noor
Oleh: Dr. Wahyudin Noor, M.S.I. - Wakil Dekan II FTAR IAIN SAS Babel  

Ketiga, penguatan kerja sama melalui aktivitas memperluas jaringan kerjasama kelembagaan pendidikan Islam, baik nasional ataupun internasional untuk kebutuhan belajar dan interaksi dengan para ahli pendidikan agama serta membangun kerja sama dengan stakeholders.  Keempat, melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler rutin semisal seminar, workshop, serta aktivitas dakwah ala mahasiswa; dengan pendekatan bil lisan, bil qolam dan bil hal, sehingga mahasiswa dengan sendirinya memiliki kesempatan untuk pengembangan diri dan aplikasi keilmuan agama di masyarakat. 

Oleh karena itu, sekali lagi tidak ada jalan lain bagi IAIN secara institusi akademik -meminjam istilah Furchan di atas, selain bertahan dan memenuhi suprasistemnya, tentunya dengan segera mulai berbenah lagi di tengah-tengah tekanan stigma, peminat, kualitas lulusan, dan lain sebagainya. Lebih dari itu, pada akhirnya nanti dan berlaku untuk semua dari masing-masing kita, segenap civitas academica IAIN, tentu sangat merindukan sebuah ungkapan mahasiswa yang tulus, jujur dan ikhlas, “kami bangga di IAIN, siap jadi guru agama Islam, titik”. Wallahu a’lam. (*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved