Kamis, 16 April 2026

Berita Bangka

Pemkab Bangka Gelar Gebyar Cek Kesehatan Gratis dan Launching Kelurahan Siaga TB

Pemkab Bangka menggelar kegiatan Gebyar Cek Kesehatan Gratis dan Launching Kelurahan Siaga TB di Bank Sampah Nelayan Bersih

Penulis: deddy_marjaya | Editor: Hendra
Deddy Marjaya 
Gebyar Cek Kesehatan Gratis dan Launching Kelurahan Siaga TB di Bank Sampah Nelayan Bersih, Sehat dan Rapi Rusunawa Nelayan II Sungailiat Sabtu (14/6/2025). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemkab Bangka menggelar kegiatan Gebyar Cek Kesehatan Gratis dan Launching Kelurahan Siaga TB di Bank Sampah Nelayan Bersih, Sehat dan Rapi Rusunawa Nelayan II Sungailiat Kabupaten Bangka Sabtu (14/6/2025).

Kegiatan dibuka oleh Muchtar Asisten II Setda Bangka dan dihadiri oleh Camat Sungailiat Leonardo Abdi Prasetyo, para Lurah dan kades, para kepala Puskesmas, rumah sakit dan organisasi kesehatan di Kabupaten Bangka.

"Cek Kesehatan Gratis digelar untuk seluruh masyarakat Indonesia merupakan bagian dari Progran Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo Subianto bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sedangkan Lounching Kelurahan Desa Siaga TB diharapkan masyarakat lebih waspada dan siaga terhadap tuberkulosis," kata Muchtar membacakan sambutan Pj Bupati Bangka Jantani Ali.

Untuk pemeriksaan kesehatan yang digelar antara lain mulai dari skrining kekurangan hormon, penyakit jantung bawaan, pemeriksaan gizi, pemeriksaan telinga, mata, tekanan darah serta potensi penyakit lainnya. 

Sementara penyakit TBC menjadi salah satu program kesehatan prioritas yang harus dioptimalkan.

Apalagi menurut laporan WHO dalam Global TB Report Indonesia menempati peringkat ke 2 didunia sebagai penyumbang penderita TBC selain HIV.

Dalam penanggulangan TBC diterminan dari faktor yang tidak higenis memiliki peran penting dalam penyebaran penyakit TBC.

Seperti kepadatan penduduk dan kepadatan hunian yang tinggi, kualitas udara yang buruk, kondisi tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan. 

"Ini mengakibatkan kelembabant tinggi yang merupakan lokasi empuk untuk kuman TBC bertumbuh dan akan meningkatkan insiden kejadian TBC," kata Muchtar.

Muchtar menambahkan penyakit TBC dapat disembuhkan dengan obat obatan yang tersedia di pelayanan kesehatan.

Minum obat obatan secara teratur sesuai dosis dan jangka waktu pengobatan yang telah ditentukan oleh dokter.

Serta didukung dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Menjaga kebersihan lingkungan maka penderita TBC dapat sembuh.

"Mengingat jangka waktu pengobatan TBC cukup lama maka peran dari semua stakeholder untuk berkolaborasi dalam penanggulangan TBC sangat diperlukan," kata Muchtar 

Implementasi desa/Kelurahan Siaga TBC dilaksanakan dengan prinsip gotong royong. Berkolaborasi melibatkan lintas program, lintas sektor, pihak swasta dan semua stakeholder.

Deteksi dini, inisiasi pengobatan TBC, edukasi masyarakat dukungan serta pendampingan terhadap pasien TBC dapat dilaksanakan di desa/Kelurahan sebagai garda terdepan dalam memutuskan mata rantai penularan TBC.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved