Resonansi
Perang Israel dan Iran
Serangan Israel itu agresi terang-terangan terhadap Republik Islam Iran.
Penulis: Ade Mayasanto | Editor: fitriadi
Ade Mayasanto, S.Pd., M.M.
Editor in Chief
Bangka Pos/Pos Belitung
Israel akhirnya memilih menyerang Iran. Padahal, Teheran tengah membicarakan nuklir dengan Amerika Serikat. Hal ini sebagai upaya jalur diplomatik dalam upaya pencegahan perang regional di Timur Tengah.
Atas serangan itu, perundingan nuklir lanjutan antara AS dan Iran di Oman dibatalkan. Sebab, gelombang serangan bertubi-tubi. Semula serangan Israel menyasar Pangkalan Udara Tabriz.
Pangkalan ini dekat dengan perbatasan Iran dengan Turki, Irak dan Azerbaijan. Serangan ke Tabriz dilancarkan berbarengan dengan serangan ke Shiraz.
Sekitar 200 pesawat Israel melepaskan 330 bom ke Iran pada Jumat dini hari. Pemerintah Iran mengungkap bahwa pada hari pertama serangan Israel, sebanyak 78 orang tewas.
Pada hari kedua, jumlah korban bertambah, termasuk 60 orang tewas ketika sebuah rudal menghancurkan apartemen 14 lantai di Teheran. Dari jumlah itu, 29 korban adalah anak-anak. Iran juga melaporkan tiga orang tewas dalam serangan balasan rudal mereka ke Israel pada Jumat malam.
Serangan itu juga disebutkan menewaskan sejumlah jenderal dan ilmuwan nuklir Iran.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dan Panglima Garda Revolusi Iran (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami tewas dalam serangan Israel.
Selain itu, serangan juga menewaskan wakil Bagheri, Gholamali Rashid, dan Kepala Angkatan Udara IRGC Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh.
Jenderal Hajizadeh adalah arsitek utama serangan Iran ke Israel pada April dan Oktober 2024.
Serangan juga menewaskan enam ilmuwan nuklir. Mereka adalah Fereydoun Abbasi, Mohammad Mehdi Tehranji, Abdolhamid Minouchehr, Ahmad Reza Zolfaghari, Amir Hossein Faghihi, dan Motallebzadeh.
Alih-alih mengecam serangan sepihak Israel, Amerika Serikat dan Eropa Barat justru mengecam Iran. Mereka meminta Iran tidak membalas. Alasannya, untuk meredakan ketegangan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendorong Iran ke meja perundingan untuk membuat kesepakatan. Apalagi, sejumlah tokoh garis keras telah tewas.
Sementara, Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Noel Barrot mengatakan, Israel berhak membela diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Ade-Mayasanto.jpg)