Selasa, 5 Mei 2026

Profil Novel Baswedan, Wakil Kepala Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara

Profil Novel Baswedan, Pernah Tangani Kasus Mega Korupsi Kini Ditunjuk Kapolri Jadi Wakil Kepala Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara

Tayang:
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
(Kompas.com / Tatang Guritno)
Profil Novel Baswedan, Pernah Tangani Kasus Mega Korupsi Kini Ditunjuk Kapolri Jadi Wakil Kepala Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara 

BANGKAPOS.COM - Profil Novel Baswedan, Wakil Kepala Satgassus Optimalisasi Penerimaan Negara.

Nama Novel Baswedan sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia.

Novel Baswedan merupakan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini jadi ASN di Mabes Polri.

Pria kelahiran Semarang pada 22 Juni 1977 itu merupakan lulusan akademi kepolisian (akpol) tahun 1998.

Mabes Polri kemudian menugaskan Novel untuk bergabung dengan KPK pada tahun 2007.

Setelah 5 tahun menjadi anggota Polri yang bertugas sebagai penyidik di KPK, Novel memutuskan untuk pensiun dini dari Korps Bhayangkara.

Novel Baswedan mundur dari institusi kepolisian untuk fokus bekerja di KPK.

Dilansir dari Tribunnews, Novel Baswedan mengungkapkan alasan berhenti menjadi anggota polisi dan tetap memilih bekerja di KPK saat diwawancarai Pandji Pragiwaksono di channel YouTube Pandji Pragiwaksono, Senin (25/3/2019).

Novel menyebut, setelah diterima menjadi penyidik KPK, ada kendala saat menduduki dua jabatan secara bersamaan di Polri dan KPK.

Ia menjadi tidak bisa maksimal dalam melakukan penyidikan terhadap suatu kasus karena rawan diintervensi atasannya di Polri.

Untuk itu, Novel memutuskan berhenti menjadi anggota Polri dan memilih melanjutkan di KPK.

"Ternyata problematikanya itu ketika saya masih menjadi anggota Polri, saya dengan sangat mudah terintervensi dengan atasan saya,"ungkap Novel.

"Ketika itu yang terjadi, pada saat saya melakukan penyidikan perkara terkait dengan petinggi Polri, maka saya memilih jalan terbaik untuk memilih salah satu dan saya mengajukan pensiun di Polri dan saya kira itu bentuk profesionalisme,"jelas dia.

Novel pun mengaku bisa bekerja optimal tanpa intervensi setelah memilih menjadi pegawai KPK.

"Saya ingin berbuat semaksimal mungkin untuk kepentingan bangsa dan negara dan saya juga enggak tahu berapa lama saya mati," kata dia ketika itu.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved