Kamis, 28 Mei 2026

Perang Israel dan Iran

Update Hari Ke-6 Perang Israel dan Iran: Khamenei Sebut Perang Dimulai, Trump Minta Menyerah

Israel mengklaim serangan udaranya menewaskan Ali Shadmani, panglima perang Iran yang baru saja diangkat.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: fitriadi
ABC News
TRUMP ANCAM IRAN - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pada pertemuan G7, Trump menawarkan genjatan senjata antara Iran dan Israel. Bahkan Trumps mengancam Iran jika tidak segera melakukan kesepakatan dengan Israel. 

Satu-satunya pesawat yang diandalkan bisa menghancurkan nuklir Iran di bawah bunker adalah pesawat pengebom siluman B-2 milik AS , yang mampu melancarkan serangan dari pangkalan yang berjarak 6.000 mil.

Pangkalan B-2 terdekat yang diketahui dengan Fordow adalah Fasilitas Angkatan Laut AS Diego Garcia.

Sementara itu, Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri, yang menjadi markas armada pesawat pengebom B-2, mengumumkan pada hari Senin di media sosial bahwa mereka mengambil "tindakan pengamanan yang lebih ketat".

Di tempat lain di Timur Tengah, staf AS dan anggota keluarga telah diberi izin meninggalkan pos, termasuk di Bahrain, Irak, dan Kuwait, menjelang serangan pembuka Israel Kamis lalu.

Komando Pusat AS diperkirakan memiliki sekitar 40.000 personel di Timur Tengah.

4. Ancaman Trump Semakin Kuat

Tepat sebelum Israel menyerang Iran pada hari pertama Kamis (12/6/2025), Donald Trump telah mengisyaratkan kesediaannya untuk melanjutkan perundingan nuklir dengan Iran.

Bahkan setelah serangan awal Israel dimulai, Trump meminta Iran untuk menggandakan upaya untuk mencapai kesepakatan.

Namun pada hari Senin (16/6/2025), nada bicara Trump terkesan lebih mengancam.

Sesaat sebelum keluar secara tiba-tiba dari pertemuan G7 yang diadakan di Kanada, ia meminta penduduk Teheran untuk segera mengungsi.

Trump lalu bertemu dengan pejabat tinggi keamanan nasional AS di Ruang Situasi Gedung Putih AS.

Nada bicara Trump kian lantang pada Selasa (17/6/2025) kemarin.

Di platform Truth Social miliknya dia mengatakan "kami memiliki kendali penuh dan total atas langit di atas Iran."

Ini tampaknya menunjukkan bahwa AS sudah menjadi bagian dari konflik tersebut. 

Ia bahkan mengaku mengetahui lokasi pasti Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dengan menyebut otoritas tertinggi Iran sebagai "target yang mudah,".

Sumber: bangkapos.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved