Perang Israel dan Iran
Update Hari Ke-6 Perang Israel dan Iran: Khamenei Sebut Perang Dimulai, Trump Minta Menyerah
Israel mengklaim serangan udaranya menewaskan Ali Shadmani, panglima perang Iran yang baru saja diangkat.
Meskipun kata dia "kami tidak akan menghabisinya (membunuhnya!), setidaknya tidak untuk saat ini."
"Namun, kami tidak ingin rudal ditembakkan ke warga sipil atau tentara Amerika," lanjut Trump.
"Kesabaran kami sudah menipis. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!"
Dia kemudian menyerukan "Menyerah tanpa syarat!" dalam postingan lanjutan yang tampaknya ditujukan kepada Iran.
5. Iran Kecam Negara G7 yang Dianggap Dukung Israel
Pemerintah Iran menuduh negara-negara anggota G7 berpihak kepada Israel setelah kelompok tersebut menyerukan de-eskalasi dalam konflik bersenjata yang kini memasuki hari kelima.
“G7 harus meninggalkan retorika sepihak dan menangani sumber nyata dari eskalasi ini — yakni agresi Israel,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam pernyataannya, Selasa (17/6/2025).
Baqaei menegaskan bahwa Israel telah meluncurkan perang agresi tanpa provokasi terhadap Iran, yang jelas-jelas melanggar Piagam PBB.
“Ratusan orang tak bersalah telah terbunuh, fasilitas publik dan negara kami serta rumah-rumah warga dihancurkan secara brutal,” tambahnya.
“Iran sedang membela diri dari agresi kejam. Apakah Iran benar-benar punya pilihan lain?” tanyanya.
Pernyataan itu muncul sehari setelah pertemuan puncak G7 di Kanada, di mana para pemimpin negara anggota, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menyerukan penurunan ketegangan. Namun, mereka juga menekankan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri.
Dalam pernyataan penutupnya, para pemimpin G7 menyatakan komitmen terhadap perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
“Kami menegaskan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri. Kami kembali menyampaikan dukungan terhadap keamanan Israel,” tulis pernyataan tersebut.
G7 juga menyebut Iran sebagai sumber utama ketidakstabilan dan terorisme di kawasan.
“Kami secara konsisten menyatakan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Kami menyerukan agar penyelesaian krisis Iran mengarah pada de-eskalasi yang lebih luas di Timur Tengah,” tambah pernyataan G7.
Pernyataan ini menuai kritik tajam dari Teheran, yang menilai bahwa komunitas internasional, termasuk negara-negara Barat, gagal mengakui bahwa serangan Israel merupakan pemicu utama konflik terbaru ini.
6. Iran Desak Warga Kota Besar Israel Mengungsi
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Abdolrahim Mousavi, mengimbau penduduk kota-kota besar Israel, terutama Haifa dan Tel Aviv, untuk segera meninggalkan wilayah tersebut.
Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan mengenai kemungkinan serangan "hukuman" dalam waktu dekat.
“Operasi hukuman akan segera dilakukan,” ujar Mousavi dalam pernyataan video yang disiarkan televisi pemerintah pada Selasa (17/6/2025), hari kelima sejak konfrontasi bersenjata terbaru pecah atau perang Israel-Iran dimulai, dikutip dari AFP pada Rabu (18/6/2025).
Mousavi menegaskan, serangan-serangan sebelumnya dari militer Iran hanya bersifat pencegahan. Namun, ia memperingatkan bahwa langkah selanjutnya bisa bersifat ofensif.
Ia juga menyarankan warga Israel untuk tidak menjadi korban ambisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang oleh Teheran dianggap sebagai penyebab utama eskalasi konflik saat ini.
7. Ali Khamenei Serukan "Perang Dimulai"
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyerukan "perang dimulai" melalui serangkaian unggahan di media sosial X.
Dia juga menulis dalam unggahan berbeda bahwa Iran "tidak akan pernah berkompromi dengan Zionis".
"Kami tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada Zionis," demikian bunyi terjemahan unggahan tersebut.
Unggahan Khamenei mengemuka setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut soal keberadaan dirinya.
8. Trump Sebut AS Tahu di Mana Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Bersembunyi
Presiden AS Donald Trump menyebut pihaknya tahu di mana Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersembunyi.
Pernyataan ini diungkapkan Trump di tengah ketegangan antara Iran dan Israel yang semakin meningkat.
Trump menulis: "Kami tahu persis di mana sosok yang disebut 'Pemimpin Tertinggi' itu bersembunyi."
"Ia adalah target yang mudah, tetapi aman di sana - Kami tidak akan menghabisinya (membunuhnya!), setidaknya untuk saat ini."
Trump kemudian menulis dalam unggahan berikutnya: "MENYERAH TANPA SYARAT!"
Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa "semua orang harus segera mengungsi dari Teheran".
Meski begitu, Trump sempat disebut menolak rencana Israel untuk menghabisi Khamenei.
Pejabat AS menyebut, penolakan Trump itu bertujuan mencegah eskalasi konflik Iran-Israel membesar.
9. Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat
Presiden AS Donald Trump menuntut "Penyerahan tanpa syarat" dari Iran saat ia memicu pertanyaan tentang apakah Amerika Serikat akan bergabung dengan serangan Israel terhadap kepemimpinan dan fasilitas nuklir Teheran.
Trump sebelumnya mengatakan ingin akhir yang sesungguhnya dari konflik tersebut, bukan sekadar gencatan senjata.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, Trump sedang mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasionalnya untuk membahas permusuhan tersebut.
Para pemimpin G7, termasuk Trump, telah mengeluarkan seruan pada Senin untuk "deeskalasi", tetapi seruan tersebut disertai dengan kritik terhadap Iran dan dukungan terhadap hak Israel untuk mempertahankan diri, yang memicu teguran dari Teheran.
10. Beijing Sebut Trump bagai "Menuang Minyak"
Beijing menuduh Trump "menuangkan minyak" pada konflik Israel dan Iran yang semakin memanas.
Sementara Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai "ancaman terbesar bagi keamanan kawasan".
(Bangkapos.com/Tribunnews.com/Kompas.com)
| Iran Buka Akses Selat Hormuz, Bagaimana Nasib 2 Kapal Tanker Minyak Indonesia |
|
|---|
| Batal Bumi Hanguskan Iran, Trump Malah Umumkan Gencatan Senjata |
|
|---|
| Daftar Negara yang Kapalnya Telah Diizinkan Iran Lintasi Selat Hormuz, Indonesia Belum? |
|
|---|
| PM Israel Netanyahu Tiba-tiba Muncul di Tengah Ramai Kabar Tewas Kena Rudal Iran |
|
|---|
| Profil Ali Shadmani Komandan IRGC Orang Dekat Ali Khamenei yang Jadi Martir Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250617-Khamenei-dan-Donald-Trump.jpg)