Jumat, 17 April 2026

SPMB 2025

13.702 Pelajar Sudah Daftar SPMB SMA/SMK Babel Tahap II, Disdik Pastikan Proses Transparan

Pastikan dokumen siswa sudah terverifikasi tidak ada status pending, jika ada agar calon siswa melengkapi keterangan yang kurang agar dapat ...

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Wakil Ketua SPMB Bangka Belitung, Sukinda 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Total 13.702 pelajar tercatat telah melakukan pendaftaran dalam tahap kedua Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK tahun ajaran 2025/2026 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ).

Wakil Ketua SPMB, Sukinda mengungkapkan, data terkini pendaftar hingga hari ketiga, Senin (23/6/2025), pukul 14.50 WIB. 

"Untuk sampai saat ini pendaftaran untuk jalur SMA berjumlah 7.435 pelajar, sedangkan untuk SMK sudah berjumlah 6.267 pelajar," ujar Sukinda, Senin (23/6/2025).

Lebih lanjut untuk SPMB saat ini sudah memasuki tahap kedua, untuk jenjang SMA pendaftaran jalur domisili dan mutasi tanggal 19, 20, 23, dan 24 Juni 2025.

Lalu untuk jenjang SMK, tahap dua pendaftaran jalur reguler dan mutasi tanggal 19, 20, 23, dan 24 Juni 2025.

Baca juga: Ombudsman Soroti Perpanjangan SPMB SMP Pangkalpinang, Ingatkan Soal Pemerataan Mutu

Terkait SPMB yang akan berakhir pada Selasa (24/6/2025) besok, Sukinda menghimbau kepada calon siswa untuk dapat selalu memantau peringkat dalam kuota yang ditentukan.

"Pastikan dokumen siswa sudah terverifikasi tidak ada status pending, jika ada agar calon siswa melengkapi keterangan yang kurang agar dapat diverifikasi dan diproses di sekolah tujuan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Darlan memastikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK tahun ajaran 2025/2026 berjalan sesuai petunjuk teknis.

"Tentunya tetap komitmen dan konsekuen bahwa apa yang dilakukan sebagai operator, sudah diselaraskan dengan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang ada," ujar Darlan.

Pihaknya juga memastikan seluruh proses SPMB berjalan secara transparan, serta mengajak seluruh pihak untuk ikut serta dalam hal pengawasan.

"Mulai dari DPRD, Kejaksaan, Ombudsman, Inspektorat hingga KPK juga mengawasi. Terlebih saat ini semua sudah tersistem, KPK juga punya akses ke sistem jadi siapa yang bermain curang akan ketahuan juga," tegasnya.

Sementara itu pihaknya juga berharap, tidak adanya oknum yang mau mencoba mengelabui sistem SPMB untuk berbuat curang.

"Kepada operator di sekolah-sekolah jangan main-main, karena menyangkut keadilan dan kejujuran jadi jangan ada transaksional juga. Aturan yang kita buat itu untuk kita patuhi bersama kalau kita mau maju ke depan, saya pikir kita harus  memegang regulasi aturan yang ada ya kita patuh akan menyelamatkan kita," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved