SPMB 2025
23 SMP Negeri di Bangka Selatan Kekurangan Murid pada SPMB 2025
Keterbatasan jumlah penduduk usia sekolah ditengarai menjadi penyebab sekolah tersebut kekurangan murid
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Dengan demikian secara otomatis jumlah calon murid yang mendaftar juga sedikit.
Ditambah penurunan angka kelahiran di berbagai daerah menyebabkan jumlah anak usia sekolah berkurang. Termasuk pergeseran populasi penduduk ke daerah pinggiran kota juga dapat menyebabkan beberapa sekolah di daerah tertentu kekurangan murid.
“Kekurangan murid ini karena jumlah penduduk usia sekolah SMP tidak banyak di sekitar sekolah-sekolah tersebut,” ujarnya.
Untuk menutupi pagu kuota yang telah disediakan, sekolah yang kekurangan murid tersebut diperbolehkan membuka SPMB secara offline.
SPMB dilakukan sampai sebelum aktif masa kegiatan belajar mengajar pada pertengahan Juli 2025 mendatang. Termasuk memaksimalkan program ‘Yo Hekula Agik’ atau ayo kembali ke sekolah untuk menekan angka putus sekolah.
“Program ini mengajak anak putus sekolah agar bisa kembali mengenyam pendidikan. Baik melalui pendidikan formal maupun non formal,” kata Anshori.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Pemkab Bangka Selatan Ajukan Penambahan Kuota Daya Tampung Enam SMP Negeri |
|
|---|
| SPMB SMA/SMK Tahun Ajaran 2025-2026, Dindik Babel Pastikan Tidak Ada Penambahan Rombel |
|
|---|
| Pendaftaran SPMB SMA/SMK 2025 Resmi Ditutup, Tidak Ada Perpanjangan Waktu |
|
|---|
| 14.060 Siswa Mendaftar di Tahap II SPMB SMA/SMK Tahun Ajaran 2025/2026 |
|
|---|
| SPMB SMP Negeri di Pangkalpinang Overload 105,82 Persen, Tiga Sekolah Kekurangan Siswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pendidikan-dan-Kebudayaan-Kabupaten-Bangka-Selatan-Anshori-ANC-ne.jpg)