Selasa, 19 Mei 2026

Paslon HARMONI Figur Klop Pimpin Pangkalpinang, Molen Punya Pengalaman di Pemerintahan

Mantan Sekda Bangka Selatan, Eddy Supriadi menilai hadirnya Molen dalam konstestasi Pilkada ini, menjadi magnet pesta demokrasi

Tayang:
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Zeki Yamani (kiri) dan Maulan Aklil atau Molen (kanan) berjabat tangan usai menerima rekomendasi dari Partai Gerindra sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang dalam Pilkada Ulang 2025, Kamis (26/6/2025) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Maulan Aklil ( Molen ) maju sebagai calon Wali Kota Pangkalpinang yang diusung Partai Gerindra, tanpa koalisi dengan partai politik (parpol) lain.

Dia menggandeng Zeki Yamani, politisi kawakan Kota Pangkalpinang yang dikenal tenang, tidak banyak bicara namun perhatian pada masyarakat.

Pada Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025, mereka mengusung tagline HARMONI, Harapan Molen-Zeki Yamani.

Pasangan HARMONI mendaftar di Kantor KPU Kota Pangkalpinang, Jumat (27/6/2025) pukul 09.00 WIB. 

Mantan Sekda Bangka Selatan, Eddy Supriadi menilai hadirnya Molen dalam konstestasi Pilkada ini, menjadi magnet pesta demokrasi.

Menurutnya, Molen memiliki basis pendukung, simpatisan yang baik sehingga dapat meraih 34 ribu pemilih pada Pilkada 2024.

"Alhamdulillah, ini sangat positif dan cukup menjanjikan bagi Kota Pangkalpinang. Seperti disampaikan beliau, ada sekitar 34 ribu pemilih yang mendukungnya pada Pilkada lalu. Dengan segala risiko, beliau tetap memberanikan diri untuk kembali bertarung. Ini menunjukkan mental yang sangat luar biasa," ungkap Eddy beberapa waktu lalu.

Menurut mantan Kadis Pendidikan Pangkalpinang ini, keberanian Molen untuk kembali maju menunjukkan adanya evaluasi dan introspeksi mendalam. 

"Saya melihat perubahan drastis dari Pak Molen, beliau sekarang lebih terbuka. Tuduhan-tuduhan yang dulu menyebutnya arogan, saya rasa kini sudah dijawab dengan sikapnya yang lebih membumi," ujar Eddy.

Eddy juga menilai Molen sebagai salah satu kader terbaik yang pernah dimiliki PDIP di Bangka Belitung. 

Namun, dengan dinamika politik yang berkembang, Molen kini resmi diusung Partai Gerindra, yang dinilainya sebagai keputusan strategis.

"Gerindra pasti memiliki parameter dan kriteria ketat dalam mengusung calon. Saya pikir mereka sangat jeli melihat kemampuan Pak Molen, karena hanya figur yang benar-benar mampu mengeksekusi program dan memenangkan hati rakyat yang dipilih Gerindra," jelasnya.

Eddy menambahkan, dalam dunia politik, setiap pemimpin pasti memiliki tantangan, termasuk menghadapi sentimen negatif. 

"Kalau banyak bekerja, pasti ada saja yang menilai negatif. Tapi justru itu menunjukkan kinerja. Saat ini, sentimen negatif harus dijadikan bahan evaluasi. Ini berlaku bagi semua kandidat, agar mereka semakin baik," tuturnya.

Sebagai akademisi, Eddy mengaku terus mengikuti perkembangan Pilkada Pangkalpinang. Ia menegaskan pentingnya masyarakat dan kalangan kampus untuk mengamati proses politik secara kritis, namun juga objektif.

"Saya kira dengan proses yang sedang berjalan, pasangan Molen-Zeki memiliki modal sosial dan mental yang sangat baik," pungkasnya. (*/E10)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved