Resonansi
Tiga Hari
Hanya tiga hari operasi pengungkapan pencurian alat kesehatan berjalan, sederet terduga pelaku dibekuk Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Babel.
Penulis: Ade Mayasanto | Editor: fitriadi
Ade Mayasanto, S.Pd., M.M.
Editor in Chief
Bangka Pos/Pos Belitung
Hanya tiga hari operasi pengungkapan pencurian alat kesehatan berjalan, sederet terduga pelaku dibekuk Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung.
Catatan Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Fauzan Sukmawansyah, kasus ini masuk Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) pada Kamis, (3/7).
Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung lalu melakoni olah TKP pada Senin, 7 Juli 2025. Dan pada Rabu (9/7) sore, tiga terduga pelaku dicokok.
Informasi dihimpun Bangkapos.com, menyebutkan terduga pelaku pencurian alat kesehatan tersebut berstatus sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak atau PPPK hingga mantan pegawai RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno.
Mereka diduga berperan atas hilangnya 46 item alkes, termasuk 17 unit ventilator atau alat bantu pernapasan senilai Rp 15-20 miliar di RSUD Ir Soekarno Babel.
Sampai sejauhmana peran tiga orang membuat raib 46 item alkes, Fauzan memilih menanti perkembangan kasus dari tim Subdit III Ditreskrimum Polda Babel.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani memilih melaporkan hilangnya 46 item alkes di RSUD Ir. Soekarno ke Kejaksaan Tinggi dan Polda Bangka Belitung.
Hidayat berharap aparat penegak hukum bisa mengungkap kasus itu sesegera mungkin. Sebab, Hidayat sudah memberikan waktu tiga bulan kepada manajemen RSUD Ir Soekarno untuk mengembalikan 46 item alkes yang diduga raib.
Tentu bukan tanpa sebab, Gubernur Hidayat memberikan waktu pengembalian. Baginya, permasalahan tersebut sebagai kasus luar biasa lantaran berhubungan dengan administrasi, manajemen asset dan sumber daya manusia. Namun, tenggat waktu tiga bulan berlalu tanpa hasil.
Gubernur Hidayat memilih melaporkan ke aparat penegak hukum atas raibnya 46 item alkes.
Hidayat juga menonaktifkan dr Ira Ajeng Astrid selaku Direktur Ir Soekarno. Plt Kepala Badan Kepegawaian SDM Bangka Belitung, Yudi Suhasri memastikan dr Ira Ajeng Astrid telah mengajukan pengunduran diri terhitung 1 Juli 2025.
Pimpinan RSUD Ir Soekarno kini dijabat Direktur RS Jiwa Bangka Belitung, dr Ria Agustine.
Untuk diketahui, kabar raibnya ventilator di RSUD Ir Soekarno muncul sejak April lalu. Saat itu, Komisi IV DPRD Bangka Belitung memberi perhatian khusus atas keberadaan ventilator di RSUD provinsi Babel tersebut.
Sekretaris Komisi IV DPRD Babel, Agam menyebut pihaknya sempat menanyakan ihwal ventilator. Dan jawab pihak rumah sakit, ventilator tengah diservis. Uniknya, pihak rumah sakit tidak bisa menjelaskan dimana lokasi servis ventilator.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Ade-Mayasanto.jpg)