Selasa, 19 Mei 2026

Udin-Dessy Nomor Urut Tiga, Simbol Harapan dan Keadilan Sosial

Udin menekankan bahwa angka tiga bukan sekadar urutan, melainkan memiliki makna mendalam dalam perjuangan mereka bersama masyarakat kecil

Tayang:
Tim media PDI-P
Udin-Dessy resmi mendapat nomor urut tiga dalam pengundian nomor peserta Pilkada Ulang 2025 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Pangkalpinang, Rabu (23/7/2025). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif (Prof Udin) dan Dessy Ayutrisna (Cece Dessy) memaknai angka tiga sebagai simbol harapan dan keadilan sosial.

Hal itu disampaikan usai pasangan Udin-Dessy resmi mendapat nomor urut tiga dalam pengundian nomor peserta Pilkada Ulang 2025 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Pangkalpinang, Rabu (23/7/2025).

Dalam pidato singkat usai pengundian, Udin menekankan bahwa angka tiga bukan sekadar urutan, melainkan memiliki makna mendalam dalam perjuangan mereka bersama masyarakat kecil.

"Alhamdulillah, komitmen kami adalah membangun sumber daya manusia sejak usia dini dengan pemerataan pendidikan, pelayanan akses kesehatan yang maksimal dan memastikan tumbuh kembalinya ekonomi masyarakat kita," ujar Udin disambut tepuk tangan meriah dari para relawan.

Sebagai seorang akademisi, membuat Prof Udin dikenal pula sebagai figur yang dekat dengan berbagai kalangan, bahkan dari berbagai unsur etnis dan budaya yang ada di Pangkalpinang.

Ia banyak mendapatkan dukungan, karena pendekatan dan kemampuannya dalam merangkul keberagaman. 

"Alhamdulillah, Pangkalpinang adalah cerminan di mana toleransi itu nyata adanya. Ini harus selalu kita jaga dan kita rawat. Sejauh ini agama apapun, budaya apapun diterima dengan saling menghormati dan saling menghargai. Ini suatu kebanggaan bagi kita di Pangkalpinang," katanya.

Dengan pemerataan dan ketenteraman yang diwujudkan bersama oleh setiap unsur, baik pemerintah sebagai pengambil kebijakan, masyarakat sebagai pemilik kedaulatan dan para tokoh sebagai penengah, Prof Udin yakin sebuah kemajuan bisa diwujudkan.

"Sudah saatnya kita harus memberikan perubahan bagi kota ini. Infrastruktur yang modern, sumber daya yang berdaya saing dan tersentuhnya kesejahteraan bagi masyarakat luas. Kehadiran saya dan Ibu Dessy adalah untuk mewujudkan itu semua, doakan langkah kami," pungkasnya.

Dessy yang dikenal aktif dalam gerakan sosial dan pemberdayaan perempuan, menambahkan bahwa nomor tiga merepresentasikan semangat gotong royong dan solidaritas yang menjadi inti dari visi-misi mereka.

“Kita ingin membangun daerah ini dengan nilai-nilai sosial yang kuat: kesetaraan, keberpihakan, dan keadilan. Kami percaya, perubahan dimulai dari kepedulian pada sesama,” kata Dessy.

Dengan pendekatan sosial yang kuat dan rekam jejak kedekatan dengan masyarakat, pasangan Udin–Dessy mulai menarik perhatian luas di berbagai kalangan.

Kampanye mereka dirancang tanpa hura-hura, lebih banyak fokus pada dialog langsung, kunjungan lapangan dan kegiatan sosial yang konkret. (*/E3)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved