Diduga Siswa SD Korban Perundungan
Dugaan Bullying Siswa SD di Toboali, Kepsek dan Wali Kelas Diperiksa, Hari Ini Jenazah Za Diautopsi
Za adalah siswa kelas 5 SDN 22 Toboali yang meninggal dunia diduga usai menjadi korban perundungan atau bullying oleh kakak kelasnya
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Suasana Satreskrim Polres Bangka Selatan (Basel) masih tampak ramai, Selasa (29/7) siang. Silih berganti para pihak terkait kasus meninggalnya Za (10), menjalani pemeriksaan di Kantor Unit PPA Satreskrim Polres Basel.
Za adalah siswa kelas 5 SDN 22 Toboali yang meninggal dunia diduga usai menjadi korban perundungan atau bullying oleh kakak kelasnya di lingkungan sekolah.
Pantauan Bangkapos.com, para pihak terkait satu per satu masuk ke ruang pemeriksaan. Pihak terkait dimaksud yakni Kepala Sekolah dan Wali Kelas korban di SDN 22 Tobolali.
Kemudian, diperiksa pula enam orang anak-anak terduga pelaku yang didampingi oleh orangtuanya masing-masing. Selain itu, pihak keluarga korban juga dipanggil untuk kembali diminta keterangan.
Diketahui setelah keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke kepolisian, Senin (29/7), Satreskrim Polres Bangka Selatan hingga Selasa (29/7) kemarin, masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Pemeriksaan pada hari pertama dilakukan dari siang hingga malam. Pemeriksaan kemudian berlanjut hingga, Selasa (29/ 7) kemarin.
“Semalam kami selesai (pemeriksaan-red) sampai jam 12 malam,” kata Cholid, Kepala SDN 22 Toboali kepada Bangkapos.com, Selasa (29/7).
Terpisah, saat dikonfirmasi Bangkapos.com, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman kasus.
“Pada hari senin kemarin tanggal 28 Juli 2025, Polres Bangka Selatan telah menerima laporan tentang dugaan tindak pidana terhadap kekerasan anak di bawah umur,” kata Kasi Humas Polres Bangka Selatan, Iptu G. J Budi.
Setelah menerima laporan tersebut, selanjutnya pihak Satreskrim Polres Bangka Selatan melakukan proses penyelidikan.
“Kita sudah memanggil kepsek, wali kelas dan para terduga pelaku guna dimintai keterangan,” ungkapnya.
Disebutkannya, bahwa saat ini Polres Basel masih terus melakukan proses penyelidikan, dan nanti akan disampaikan kembali apa saja hasilnya dari proses ini.
“Kita akan sampaikan nantinya, hasil dari proses ini. Intinya kita tetap profesional dan menunggu dari para penyidik,” tandasnya.
Hingga sore ini, proses pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Bangka Selatan masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian.
Belajar seperti Biasa
| Bocah Zah Sempat Dioperasi Sebelum Tewas, Benarkah Dugaan Malapraktik? Ini Kata Polres Basel |
|
|---|
| 5 Pelajar Bully Bocah Zah di Toboali, Pakai Panci Tutup Kepala Korban Lalu Dipukul, Gini Nasibnya |
|
|---|
| Peran 5 Kakak Kelas di Kasus Tewasnya Zah Bocah di Toboali, Dirundung Pakai Panci, Ini Kronologinya |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Jamin Hak Pendidikan Lima Anak Pelaku Perundungan Siswa SD |
|
|---|
| Lima Pelajar Jadi Tersangka, Pemkab Basel Selidiki Dugaan Kelalaian Sekolah |
|
|---|
