Resonansi

Pertumbuhan Ekonomi

Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 di luar perkiraan ahli dan lembaga ekonomi.

Penulis: Ade Mayasanto | Editor: Fitriadi
Dok. Ade Mayasanto
Ade Mayasanto, Editor in Chief Bangka Pos/Pos Belitung. 

Ade Mayasanto, S.Pd., M.M.

Editor in Chief 
Bangka Pos/Pos Belitung


Angka pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2025 sebesar 5,12 persen memicu sorotan publik. Sebab, data tak sejalan dengan data-data penyokong pertumbuhan ekonomi selama ini. Dengan kata lain, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia, di luar perkiraan ahli dan lembaga ekonomi.

Sebagai pembanding, dalam jajak pendapat Reuters, pertumbuhan ekonomi triwulan ditengarai sebesar 4,80 persen.

Angka ini tidak jauh berbeda dari konsensus 30 ekonom dalam survei Bloomberg, yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2025 hanya 4,8 persen secara tahunan. 

Sementara itu, dalam laporan ”Seri Analisis Makroekonomi Indonesia Economic Outlook,” Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2025 berada di kisaran 4,78-4,82 persen secara tahunan.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto punya jawaban atas kenaikan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

Ia memastikan, menguatnya pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2025 disokong perbaikan kinerja manufaktur.

Tengok saja, data publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), sektor manufaktur pada triwulan II-2025 tumbuh 5,68 persen.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sektor manufaktur pada triwulan-triwulan sebelumnya. Data itu juga menunjukkan bahwa sektor-sektor terkait industri tengah membaik.

Hal lain yang menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi antara lain kenaikan penggunaan uang elektronik sebesar 6,26 persen dan pertumbuhan transaksi lokapasar 7,5 persen. Sementara pertumbuhan investasi sebesar 6,99 persen.

Hal ini kemudian dikuatkan Menteri Keuangan Sri Muyani.

Menkeu mengemukakan, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2025 didorong oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang mencapai 4,96 persen. 

Adapun konsumsi rumah tangga berkontribusi 54,25 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Konsumsi rumah tangga pada periode April-Juni 2025 tercatat cukup tinggi berkat berbagai stimulus yang diberikan pemerintah.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved