Jumat, 8 Mei 2026

Tribunners

Perjuangan Panjang Hidayat Arsani sebagai Pemimpin Babel

Tentu saja dengan rekam jejak dan pengalamannya selama ini, kita optimistis Babel mampu bangkit dan berkibar di bawah kepemimpinan Hidayat Arsani.

Tayang:
Editor: suhendri
ISTIMEWA
Hidayat Arsani (kiri) bersama Irwanto. 

Oleh: Irwanto - Mantan Wakil Ketua PWI Babel

PADA 21 Agustus 2025 ini, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani memasuki usia 62 tahun. Hidayat lahir di Pangkalpinang, 21 Agustus 1963. Pada Kamis (17/4/2025) lalu, Hidayat dilantik sebagai Gubernur Babel oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 39P Tahun 2025.

Sebelum menjabat gubernur, Hidayat telah melalui perjuangan panjang dan berliku sebagai pemimpin, termasuk  untuk menjadi seorang gubernur. Namun, perjuangan Hidayat Arsani menuju kursi Gubernur Babel mulai mulus setelah Mahkamah Konstitusi (MK) melalui amar putusan Nomor 266/PHPU.GUB-XXIII/2025 menolak gugatan pasangan Erzaldi Rosman dan Yuri Kemal Fadlullah. 

Dengan demikian, pasangan Hidayat Arsani dan Hellyana yang meraup 299.591 suara dalam Pilgub Babel 2024 dipastikan sebagai pemenang. Setelah melalui serangkaian proses di KPU Babel dan pemerintah pusat serta beberapa kali sempat tertunda, maka akhirnya Hidayat pun dilantik secara resmi sebagai Gubernur Babel.

Nama dan sosok Hidayat Arsani sebetulnya sudah tak asing lagi di Kepulauan Bangka Belitung. Selain sebagai pengusaha sukses, pria yang akrab disapa Panglima ini  dikenal sebagai mantan Wakil Gubernur Babel. Hidayat pernah menjabat sebagai wakil gubernur dari 12 Mei 2014 hingga 12 Mei 2017.

Di luar sebagai pengusaha dan mantan wakil gubernur, ternyata Hidayat dikenal pula sebagai tokoh pers Babel. Bahkan Hidayat pernah terpilih menjadi Ketua PWI Cabang Babel periode 2010-2015. Hal ini tak terlepas dari sosok Hidayat sebagai pemilik media massa Rakyat Pos.

Awalnya Rakyat Pos berbentuk Surat Kabar Mingguan (SKM) Rakyat Pos. Terbit edisi perdana pada Sabtu 10 Mei 2003. Saat mendirikan media ini,  Hidayat  dibantu oleh para sahabatnya yang berprofesi sebagai jurnalis, antara lain, Welly Suhaili, Eka Mulya Putra, Irwanto, Azwari Helmi, Imam Kusni, Effendi, Junaidi, Jefri Agap, Agus Hendrayadi, dan jurnalis lainnya. 

Sebagai konseptor,  perancang, dan penanggung jawab guna menyiapkan penerbitan sekaligus bertindak sebagai pemimpin redaksi ditunjuklah Irwanto mantan wartawan dan redaktur Harian Suara Bangka serta redaktur pelaksana (redpel) SKM Bangka Ekspres yang juga Wakil Ketua PWI Babel.

Saat pertama kali terbit SKM Rakyat Pos dicetak di percetakan milik Bangka Pos. Hal ini dapat terwujud karena salah satu faktor adanya hubungan baik antara pemimpin redaksi Bangka Pos Agus Ismunarno (kemudian hari memimpin media Laskar Pelangi/Laspela) dengan  Irwanto dan Hidayat yang sama-sama pengurus PWI Babel. 

Kantor redaksi dan perusahaan Rakyat Pos sementara waktu menumpang di bekas garasi mobil rumah pribadi Hidayat Arsani di kawasan Jalan Keranji, Bukit Baru, Pangkalpinang, tak jauh dari Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT).

Ternyata  respons publik cukup baik, membuat Rakyat Pos berencana berubah menjadi koran harian. Kemudian, Hidayat Arsani pun memindahkan kantor ke sebuah rumah tua namun lumayan besar di kawasan Jalan Sungai Selan atau Jalan Solihin GP. Tak lama kemudian dibeli pula mesin cetak.  Setelah siap segalanya, maka Rakyat Pos pun berubah menjadi koran harian.

Sebagai pemilik Rakyat Pos, Hidayat dikenal sangat perhatian dan peduli pada pegawainya, baik di bagian redaksi maupun bagian perusahaan (manajemen, percetakan, iklan, dan sirkulasi). Pernah Hidayat membeli atau memborong sekitar 20 unit sepeda motor merek Jialing untuk digunakan pegawainya. Kebetulan Jialing lagi “naik daun” saat itu.

Khusus isi berita atau redaksional, Hidayat tak pernah intervensi atau ikut campur. Hanya saja pesan Hidayat, Rakyat Pos harus lebih kritis, berani, dan tajam ketimbang media lainnya. Sehingga tak heran sering ada rekan bisnis Hidayat komplain lantaran “terusik” oleh berita di Rakyat Pos. Namun, uniknya mereka tetap bersahabat baik dengan Hidayat. 

Kendati telah dikenal sebagai pengusaha dan pemilik media, namun Hidayat tetap sederhana dan apa adanya. Sering penulis diajak Hidayat makan pantiaw atau mi kuah ikan di warung pinggir jalan langganannya yang terletak persis di depan SD Negeri 6 Gabek Pangkalpinang. Warung sempit milik seorang kakek tua itu hanya berdinding papan dan beratap seng.

Pada saat pemilihan kepengurusan PWI Babel masa bakti 2010-2015 yang digelar di Gedung Hamidah, Hidayat terpilih sebagai ketua. Sedangkan penulis dipercaya Hidayat untuk kembali menjabat salah satu wakil ketua. Pelantikan dilakukan oleh Ketua PWI Pusat Margiono dan turut disaksikan mantan Ketua PWI Pusat yang juga putra Babel, Tarman Azzam.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved